Wapres Gibran: MBG Ini Program Baru, Perlu Banyak Penyempurnaan

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka dalam rapat koordinasi nasional percepatan penurunan stunting di Kantor Kemenkes
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka dalam rapat koordinasi nasional percepatan penurunan stunting di Kantor Kemenkes

Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka mengatakan Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program baru yang dijalankan pemerintah. Maka dari itu, masih perlu banyak penyempurnaan dalam prosesnya.

Hal itu disampaikan Gibran dalam rapat koordinasi nasional percepatan penurunan stunting di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu, 12 November 2025.

"MBG ini sangat penting sekali, saya setiap kali kunjungan ke daerah pasti mampir ke sekolah-sekolah," ucap Gibran dalam pidatonya.

"MBG ini program baru, masih perlu banyak penyempurnaan," sambungnya.

Meski begitu, Gibran menilai sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah melakukan perbaikan-perbaikan. Pelaksanaan program MBG pun berjalan semakin baik.

"Tapi saya lihat beberapa SPPG ini sudah melakukan perbaikan, jadi belajar dari pengalaman, kejadian-kejadian kemarin ini beberapa sudah saya kira sudah cukup baik," jelas Gibran.

Sebelumnya diberitakan, Komisi IX DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 12 November 2025. Dalam rapat tersebut, BGN memaparkan sejumlah data terbaru terkait penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Kepala BGN, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendata penerima manfaat MBG per 11 November 2025 mencapai 41.630.942.

Makan Bergizi Gratis

"Jadi ini sudah bervariasi, jadi itu mencakup total 420.451 kelompok yang sudah kita capai dan seluruh penerima manfaat, alhamdulillah sudah melebihi 50 persen dari total target kita tahun 2025," kata Dadan dalam rapat.

Selain itu, BGN mencatat sebanyak 14.778 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah didirikan hingga saat ini. Adapun sebarannya yaitu sudah menjangkau sekolah-sekolah di 38 provinsi se-Indonesia.

"Program makan bergizi sampai hari ini sudah bisa membentuk, di dalam edaran yang disampaikan itu berjumlah 14.778 (SPPG), di dalam aplikasi kami yang terbaru pagi ini sudah mencapai 14.853 (SPPG), yang sudah menjangkau lebih dari 42 juta di 38 provinsi, di 509 kabupaten, dan kemudian di 7.022 kecamatan," kata dia.

Dadan menyebut penerima MBG mulai dari bayi di bawah 5 tahun sudah mencapai 1,8 juta orang, pendidikan anak usia dini 1,1 juta orang, raudatul adhfal 626 ribu orang, taman kanak-kanak 1,9 juta orang.

Kemudian, siswa sekolah dasar kelas 1-3 berjumlah 7,7 juta orang, sekolah dasar kelas 4-6 sebanyak 7,75 juta orang.

“Kemudian ada kelompok ibu hamil itu sudah mencakup 267 ribu, kemudian ibu menyusui 599 ribu, dan juga sudah ada sekolah luar biasa yang kami layani ada 77 ribu,” kata Dadan.

Lalu, pondok pesantren hampir 316 ribu siswa, seminari sebanyak 979 penerima, dan di pusat kegiatan belajar masyarakat ada 97 ribu penerima.