KNKT Bakal Buka Sekolah Pengemudi Angkutan Barang dan Penumpang

 Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berencana untuk menginisiasi pendirian pendirian sekolah formal bagi pengemudi angkutan barang dan penumpang. Langkah itu  dinilai penting untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang selama ini terus terjadi.

Banyaknya insiden dinilai karena kurangnya kompetensi sumber daya manusia yang selama ini ada di Indonesia. Pengemudi kebanyakan belajar secara informal dan tidak melalui lembaga pendidikan sehingga kemampuannya tidak termonitor.

"Saat ini memang tidak ada sekolahnya. Banyak pengemudi kita belajar dari teman-temannya di terminal sehingga tak pernah mendapat pengetahuan dasar yang benar," ungkap Ahmad Wildan, Ketua Subkomite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KNKT dilansir Antara (28/09).

Kondisi tersebut menurutnya berdampak langsung pada kurangnya pemahaman teknis dasar kendaraan. Padahal pengetahuan itu sangat krusial untuk keselamatan di jalanan.

KNKT Sorot Dua Faktor Penting di Balik Kecelakaan Truk GT Ciawi

"Pengetahuan simpel seperti membedakan penyebab adanya air atau oli di dalam tabung angin rem banyak yang tidak tahu. Padahal jika ada air artinya filter air dryer bermasalah dan bila terlihat oli berarti kompresornya rusak serta fatal jika diabaikan," jelasnya kemudian.

Ia pun menambahkan bahwa beberapa materi-materi teknis seperti penanganan jenis rem yang berbeda (full hydraulic, air-over-hydraulic, full air brake) juga tidak tercakup dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) maupun materi ujian SIM. Padahal pengetahuan tersebut sangat penting buat pengemudi melakukan penyesuaian.

Oleh karena itu, KNKT mendorong realisasi sekolah pengemudi yang akan menyasar dua kelompok. Mulai dari pengemudi pemula dan pengendara berpengalaman namun ingin meningkatkan  keahliannya dalam mengemudi.

KNKT Ingatkan Bahaya Sembarangan Modifikasi Kendaraan Besar

"Kami ingin membangun sekolah ini. Rencananya sudah ada, instrukturnya pun sudah kami latih dari para pengemudi senior berpengalaman. Namun kami masih membutuhkan dukungan pendanaan agar proyek utama ini bisa berjalan," ungkapnya kemudian

Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan generasi baru pengemudi profesional dan kompeten. Sehingga dapat secara signifikan mengurangi faktor kesalahan manusia sebagai penyebab utama kecelakaan di jalan raya.