Mensos Beber Skema Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat: Tak Buka Pendaftaran, Seleksi Pakai Data BPS

Sekolah Rakyat, siswa, siswa Sekolah Rakyat, Kemensos, penerimaan siswa Sekolah Rakyat, Mensos Beber Skema Penerimaan Siswa Sekolah Rakyat: Tak Buka Pendaftaran, Seleksi Pakai Data BPS

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membeberkan skema penerimaan siswa Sekolah Rakyat.

Sebagai informasi, sejauh ini program Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik yang tersebar 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, dengan total 15.954 siswa.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Tidak Buka Pendaftaran, Seleksi Pakai Data BPS

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran siswa secara umum bagi masyarakat.

Penerimaan siswa Sekolah Rakyat dilakukan melalui skema seleksi menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Prosesnya dimulai dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh BPS,” kata Gus Ipul di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), dilansir dari Antara.

Lanjut dia, setelah memperolah data calon siswa dari BPS, pendamping Kemensos bersama Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta pemerintah desa atau kelurahan, akan melakukan verifikasi langsung ke rumah calon siswa.

"Verifikasi tersebut untuk memastikan keluarga calon siswa benar-benar memenuhi kriteria sebagai keluarga paling tidak mampu," ucapnya.

Setelah dinyatakan layak, data calon siswa diajukan kepada bupati, wali kota, atau gubernur, untuk ditandatangani.

Sehingga, Kemensos tidak bekerja sendiri dalam proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat, melainkan berkoordinasi dengan berbagai pihak baik di pusat maupun di daerah agar seleksi berjalan objektif dan transparan.

"Ini proses yang ketat, tidak bisa sembarangan. Kita ingin Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran," tuturnya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa tidak ada praktik suap menyuap dalam proses penerimaan siswa Sekolah Rakyat.

"Arahan Presiden cukup jelas, tidak boleh ada sogok menyogok, tidak boleh ada suap menyuap, untuk bisa bersekolah di sekolah rakyat ini," tukasnya.

60 Persen Orang Tua Siswa Bekerja Sebagai Buruh

Menurut Gus Ipul, dari total 15.954 siswa di 166 Sekolah Rakyat yang telah berjalan, sebagian besar orang tuanya bekerja sebagai buruh.

"Anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat, berasal dari keluarga dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. 60 persen orang tua mereka bekerja sebagai buruh harian, petani, pedagang, dan lain-lain," tambahnya.

Untuk itu, dia berharap program Sekolah Rakyat bisa memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu tersebut.

Selain itu tentunya diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dari anak-anak tersebut.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang