Prancis Bakal Buka Konsulat di Greenland Februari 2026 di Tengah Ketegangan AS-Eropa
Pemerintah Prancis akan membuka konsulat di Greenland pada 6 Februari 2026.
Keputusan ini disampaikan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Rabu (14/1/2026), di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap wilayah otonom Denmark tersebut.
Konsulat akan dibuka di Nuuk, ibu kota Greenland, sebagai bentuk kehadiran diplomatik fisik Prancis.
Langkah ini diambil saat hubungan Eropa dan Amerika Serikat memanas terkait status strategis Greenland.
Pembukaan Konsulat Prancis di Nuuk Dipercepat
Dilansir Antara dari Anadolu, dalam wawancara dengan radio RTL, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan pembukaan konsulat bertujuan untuk memperkuat keterlibatan Prancis di Greenland.
Langkah tersebut menegaskan perubahan dari rencana awal Kementerian Luar Negeri Prancis yang sebelumnya menyebut akan mengirim utusan untuk menilai sejumlah lokasi potensial. Barrot memastikan konsulat akan langsung dibuka di Nuuk.
Barrot mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk “menegaskan keinginan kami memperdalam kehadiran dalam berbagai dimensi” di Greenland.
Konsulat Akan Dibuka di Tengah Ketegangan AS dan Eropa
Percepatan pembukaan konsulat terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Eropa dan Amerika Serikat terkait status Greenland.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat harus “mengakuisisi” Greenland untuk mencegah pulau tersebut dikuasai Rusia atau China.
Trump juga menyebut kepemilikan Greenland sebagai “kebutuhan mutlak” bagi keamanan ekonomi AS dan membandingkannya dengan “kesepakatan properti berskala besar”.
Greenland merupakan wilayah berpemerintahan sendiri dalam Kerajaan Denmark dan selama ini menarik perhatian AS karena letaknya yang strategis di kawasan Arktik serta kekayaan sumber daya mineralnya.
Prancis Tolak Tekanan Politik AS
Denmark dan pemerintah Greenland telah menolak usulan penjualan wilayah tersebut dan menegaskan kedaulatan Denmark atas pulau itu.
Menanggapi pernyataan Washington, Barrot mendesak Amerika Serikat menghentikan tekanan politik.
Ia meminta AS mengakhiri apa yang ia sebut sebagai “pemerasan” politik terhadap Greenland.
Barrot menegaskan wilayah tersebut merupakan bagian dari Eropa dan berada di bawah perlindungan NATO.
Menurutnya, tidak ada alasan yang dapat membenarkan intervensi Amerika Serikat terhadap Greenland.
Tegaskan Peran Strategis Konsulat Prancis
Barrot menjelaskan, konsulat Prancis di Greenland nantinya tidak hanya memberikan layanan konsuler bagi enam warga negara Prancis yang tercatat tinggal di wilayah tersebut.
Kehadiran diplomatik ini juga diharapkan mendukung kegiatan penelitian ilmiah.
Selain itu, konsulat akan membantu perusahaan-perusahaan Prancis yang berminat berinvestasi di kawasan Greenland yang kaya sumber daya alam.
Dengan pembukaan konsulat ini, Prancis akan bergabung dengan sejumlah kecil negara yang memiliki kehadiran diplomatik permanen di Greenland, bersama Amerika Serikat dan, dalam waktu dekat, Kanada.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang