Di Tengah Pembatasan Angkutan Barang Enggak bikin Kinerja Mengendur

IPC Terminal Petikemas (IPC TPK).
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK).

Capaian ini menunjukkan resiliensi operasional perusahaan di tengah dinamika logistik selama momentum Idul Fitri, termasuk adanya pembatasan angkutan barang guna mendukung kelancaran arus mudik nasional.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menyampaikan bahwa capaiannya tidak terlepas dari langkah antisipatif perusahaan dalam melakukan optimalisasi operasional secara terukur, baik sebelum maupun setelah periode pembatasan logistik.

"IPC TPK telah mengoptimalkan aktivitas bongkar muat menjelang periode pembatasan, serta memastikan percepatan arus barang pasca pembatasan berakhir. Strategi ini memungkinkan kami menjaga kelancaran distribusi sekaligus meminimalkan potensi penumpukan di terminal," ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

Pada periode Maret 2026, arus bongkar muat tercatat sebesar 250.352 TEUs, atau mengalami penurunan sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 290.923 TEUs.

Namun demikian, kinerja pada segmen domestik justru menunjukkan tren positif, dengan volume tumbuh 3,5 persen dari 623.532 TEUs pada Maret 2025 menjadi 645.084 TEUs pada Maret 2026.

Sebaliknya, arus peti kemas internasional mengalami penurunan dari 219.655 TEUS pada Maret 2025 menjadi 205.684 TEUs pada Maret 2026, atau 6,4 persen, yang dipengaruhi oleh penyesuaian jadwal pelayaran global serta dinamika distribusi barang lintas negara selama periode tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara wilayah, pertumbuhan throughput tercatat merata di sejumlah area operasional IPC TPK, antara lain Area Tanjung Priok yang tumbuh sebesar 1 persen, Area Pontianak sebesar 1,6 persen, Area Panjang sebesar 2 persen, serta Area Teluk Bayur yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,3 persen.

"Momentum Idul Fitri menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat sistem operasional yang adaptif dan terintegrasi," kata Pramestie.