Tips Jika Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Jarak Jauh atau KRL, Tidak Perlu Panik
PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menekankan layanan pelaporan barang tertinggal di kereta api jarak jauh menjelang tingginya mobilitas penumpang.
Layanan ini disediakan untuk membantu pelanggan yang kehilangan barang di kereta maupun area stasiun.
Penumpang dapat memanfaatkan fasilitas Lost and Found yang dikelola KAI untuk memastikan barang temuan dapat dilacak secara sistematis.
Prosedur pelaporan diterapkan agar barang yang tertinggal bisa segera ditemukan dan dikembalikan kepada pemiliknya.
Cara Melapor Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa penumpang dapat segera melapor apabila mengetahui barangnya tertinggal di kereta atau di lingkungan stasiun.
“Petugas pengamanan stasiun selalu melakukan pemeriksaan secara berkala di area-area ruang tunggu dan di atas KA, terlebih pada saat kereta api tiba di stasiun tujuan akhir, petugas akan melakukan pengecekan di setiap rangkaian untuk memastikan tidak ada barang bawaan penumpang yang tertinggal,” kata dia, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/11/2024).
Barang bawaan merupakan tanggung jawab penumpang, tetapi KAI tetap memberikan dukungan maksimal melalui petugas kondektur, petugas keamanan, maupun layanan Lost and Found.
Penumpang disarankan mengingat kembali lokasi terakhir melihat barangnya, dan apabila tetap tidak ditemukan, pelaporan dapat segera dilakukan.
Langkah-Langkah Pelaporan Barang Hilang
KAI menyediakan beberapa jalur pelaporan untuk memudahkan pelanggan:
1. Membuat laporan kepada Customer Service On Station, petugas keamanan, atau langsung ke bagian Lost and Found di stasiun.
2. Melaporkan kepada kondektur di kereta.
3. Menghubungi Contact Center 121 melalui telepon 121, WhatsApp (0811-1211-1121), atau Direct Message (DM) Twitter/Facebook KAI121.
Adapun langkah pelaporan barang yang tertinggal di kereta atau stasiun adalah sebagai berikut:
- Pelanggan menyampaikan ciri-ciri barang yang hilang dan kode booking tiket.
- Hindari memberikan kode booking atau detail barang kepada pihak yang tidak berkepentingan.
- Saat menghubungi Contact Center 121, penumpang perlu memastikan ponsel memiliki pulsa yang cukup karena panggilan bersifat berbayar.
- Pelanggan akan menerima pembaruan informasi status barang melalui telepon, email, atau DM KAI121 bila laporan dilakukan via Contact Center 121.
- Saat mengambil barang, pelanggan diwajibkan menunjukkan identitas diri. Informasi barang temuan juga diumumkan melalui pengeras suara di stasiun.
Sebagai catatan, barang berupa makanan hanya disimpan petugas maksimal 1×24 jam sebelum dimusnahkan untuk menjaga kebersihan.
Seluruh barang diberi label, diverifikasi, dan dicatat dalam database Lost and Found KAI yang terintegrasi nasional.
Dengan sistem ini, pelaporan dan pencarian barang dapat dilakukan di stasiun mana pun.
Proses Penanganan dan Pengembalian Barang
Petugas kereta api akan menindaklanjuti laporan dengan melakukan pengecekan dan koordinasi di lapangan.
Jika barang berhasil ditemukan saat itu juga, petugas akan menyerahkannya kembali kepada pelapor tanpa menunda proses pemulangan barang.
Namun jika barang belum ditemukan, pelanggan akan menerima konfirmasi lanjutan melalui telepon mengenai perkembangan pencarian.
KAI juga menyiarkan pengumuman melalui pengeras suara di stasiun apabila ditemukan barang yang belum diambil pemiliknya.
Jika tidak ada penumpang yang mengambil, barang akan disimpan di pos pengamanan stasiun dan didaftarkan ke dalam sistem Lost and Found untuk memudahkan pencocokan berdasarkan ciri atau spesifikasi yang dilaporkan.
KAI Ungkap Barang yang Paling Sering Tertinggal di Kereta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 11.670 barang tertinggal dengan nilai estimasi Rp12,88 miliar pada periode Januari–Oktober 2025.
Sebanyak 3.819 di antaranya merupakan barang berharga seperti handphone, laptop, dan perhiasan.
"Untuk barang elektronik yang banyak ditemukan itu handphone, tapi kalau barang secara keseluruhan itu item makanan (oleh-oleh)," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (19/11/2025).
Data ini menunjukkan tingginya mobilitas pelanggan dan pentingnya menjaga barang bawaan, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Anne menyampaikan, KAI terus memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan pelanggan.
“KAI meningkatkan pelayanan aman dan terpercaya melalui layanan Lost and Found. Layanan ini membantu pelanggan menemukan barang yang tertinggal di stasiun maupun di kereta api,” tutur Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (19/11/2025).
Menjelang masa angkutan Nataru, KAI mengimbau pelanggan untuk lebih berhati-hati.
“Kami mengajak pelanggan untuk selalu memeriksa kursi, rak bagasi, dan area sekitar sebelum turun dari kereta,” pungkas Anne.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “” dan "Oleh-oleh Makanan Jadi Barang Paling Banyak Tertinggal di Kereta".
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.