Pemerintah Pusat Alokasikan Rp 5 Miliar untuk Tangani Banjir Bali, Untuk Apa Saja?

BNPB, Bali, evakuasi, Banjir Bali, Pemerintah Pusat Alokasikan Rp 5 Miliar untuk Tangani Banjir Bali, Untuk Apa Saja?, Penambahan Dana Tergantung Kebutuhan Warga, Pengungsi Terbanyak dari Empat Kabupaten di Bali, 9 Korban Jiwa dan 6 Orang Hilang Akibat Banjir Bali, Banjir Bali Sebabkan Kerusakan Infrastruktur , Fokus pada Evakuasi dan Penanganan Darurat

Pemerintah pusat telah menyiapkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk menangani dampak banjir yang melanda enam kabupaten dan kota di Provinsi Bali. 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan bahwa dana tersebut akan disalurkan dalam bentuk logistik, termasuk matras, selimut, sembako, dan peralatan lainnya. 

"Tahap awal tadi itu kalau diuangkan Rp 1 miliar lebih ditambah genset, pompa, sekitar Rp 5 miliar. Yang kita bawa baru selimut, sembako, matras, tapi baru begitu nyampe, oh genset butuh, pompa butuh," jelas Suharyanto pada Rabu (10/9/2025).

Penambahan Dana Tergantung Kebutuhan Warga

Suharyanto menambahkan bahwa dana bantuan tersebut kemungkinan akan bertambah, tergantung pada kebutuhan warga yang terdampak. 

Sebagian dana juga akan dialokasikan untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat banjir.

"Besok ke tempat pengungsi mungkin butuh lagi ini bajunya lama gak ganti ini jadi basah, ya berarti butuh baju, oh pakaian dalamnya butuh pakaian dalam, ini banyak perempuan, kan perempuan harus ada pakaian khusus ada pembalut, gitu berkembang (dana)," tambahnya.

Pengungsi Terbanyak dari Empat Kabupaten di Bali

Jumlah pengungsi terbesar akibat bencana ini berasal dari empat kabupaten dan kota, yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Gianyar. 

Suharyanto juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perintah langsung untuk segera memenuhi kebutuhan para pengungsi dan memaksimalkan pencarian korban yang hilang.

"Kehadiran kami atas perintah Pak Presiden Prabowo tadi siang langsung beliau memerintahkan saya dan pejabat terkait untuk secepat mungkin, yang masih hilang betul-betul ditemukan," kata Suharyanto.

BNPB, Bali, evakuasi, Banjir Bali, Pemerintah Pusat Alokasikan Rp 5 Miliar untuk Tangani Banjir Bali, Untuk Apa Saja?, Penambahan Dana Tergantung Kebutuhan Warga, Pengungsi Terbanyak dari Empat Kabupaten di Bali, 9 Korban Jiwa dan 6 Orang Hilang Akibat Banjir Bali, Banjir Bali Sebabkan Kerusakan Infrastruktur , Fokus pada Evakuasi dan Penanganan Darurat

Warga saat mengevakuasi korban mobil terseret banjir di Jalan Utama Pasar Pengosari, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Rabu (10/9/2025). /Dok. Polsek Kuta Utara

9 Korban Jiwa dan 6 Orang Hilang Akibat Banjir Bali

Polda Bali melaporkan bahwa total korban jiwa akibat bencana banjir di Bali mencapai 9 orang.

Sebanyak 6 orang lainnya masih hilang dan sedang dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Ariasandy menyebutkan bahwa korban tewas terdiri dari 4 orang di Kota Denpasar, 2 orang di Kabupaten Jembrana, 2 orang di Kabupaten Gianyar, dan 1 orang di Kabupaten Badung.

"Total 9 orang meninggal dunia, 6 orang masih hilang," kata Ariasandy pada Rabu (10/9/2025) malam.

Banjir Bali Sebabkan Kerusakan Infrastruktur 

Banjir yang terjadi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur, termasuk tanah longsor, bangunan roboh, jembatan jebol, dan pohon tumbang. 

Kepala Seksi Pengendalian Operasi BPBD Bali, Nyoman Arya, melaporkan bahwa tanah longsor terjadi di 18 titik, dengan rincian 5 titik di Kabupaten Gianyar, 12 titik di Kabupaten Karangasem, dan 1 titik di Kabupaten Badung. 

Selain itu, bangunan roboh terjadi di 16 titik, di antaranya 2 titik di Kabupaten Gianyar, 2 titik di Kabupaten Badung, dan 11 titik di Kabupaten Karangasem. 

Jembatan jebol atau ruas jalan rusak tercatat di 3 titik, yaitu 1 titik di Kabupaten Gianyar dan 2 titik di Kabupaten Karangasem.

Pohon tumbang terjadi di 9 titik, di antaranya 2 titik di Kabupaten Gianyar, 2 titik di Kabupaten Badung, dan 5 titik di Kabupaten Karangasem.

Fokus pada Evakuasi dan Penanganan Darurat

Saat ini, operasi lapangan difokuskan pada upaya evakuasi warga yang terdampak, pembersihan daerah yang sudah surut air, serta koordinasi penanganan darurat antara berbagai instansi terkait. 

"Saat ini operasi lapangan difokuskan pada upaya evakuasi warga terdampak, pembersihan daerah yang sudah surut air dan koordinasi penanganan darurat bersama BPBD kabupaten/kota, Tagana, Basarnas, PMI, Damkar, DKLH, Dinas PUPR, Dinkes dan instansi terkait lainnya," kata Arya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul dan 9 Orang Meninggal dan 6 Masih Hilang dalam Banjir Bali, Ini Identitas Rinci Para Korban

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.