Akhiri Dahaga 22 Tahun: 7 Fakta Menarik Arsenal Juara Premier League 2025/26

Suporter Arsenal rayakan juara Premier League
Suporter Arsenal rayakan juara Premier League

 Arsenal akhirnya resmi mengunci gelar juara Premier League musim 2025/2026! Kepastian ini didapat setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, tertahan imbang 1-1 oleh AFC Bournemouth pada pertengahan Mei 2026. Hasil tersebut membuat jarak poin The Gunners di puncak klasemen tidak mungkin lagi terkejar dengan satu laga tersisa.

Keberhasilan anak asuh Mikel Arteta ini tidak hanya memutus dominasi Manchester City, tetapi juga mengakhiri penantian panjang publik Emirates Stadium selama lebih dari dua dekade. Menyambut pesta juara London Merah, penyedia data statistik sepak bola terkemuka, Opta, merilis sejumlah fakta emas dan menarik di balik takhta juara Arsenal musim ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut adalah 7 Fakta Menarik Arsenal Juara Premier League 2025/2026 yang wajib diketahui para Gooners:

1. Empat Gelar EPL, Empat Sponsor, dan Empat Runner-up Berbeda

Fakta unik dicatat oleh OptaJoe mengenai variasi sejarah ikonik Arsenal. Sepanjang sejarah modern Premier League, Arsenal telah memenangkan 4 gelar juara. Menariknya, keempat trofi tersebut diraih dengan sponsor jersi yang selalu berbeda, dan uniknya lagi, diraih dengan menumbangkan empat tim runner-up yang berbeda pula!

  • 1997/98: Sponsor JVC — Runner-up: Manchester United
  • 2001/02: Sponsor Sega/Dreamcast — Runner-up: Liverpool
  • 2003/04: Sponsor O2 — Runner-up: Chelsea
  • 2025/26: Sponsor Fly Emirates — Runner-up: Manchester City

2. Penguasa Gelar Lintas Dekade (Generations)

Gelar musim 2025/2026 ini merupakan trofi kasta tertinggi Liga Inggris (termasuk era Divisi Utama lama) yang ke-14 bagi Arsenal. Sepanjang sejarah sepak bola Inggris, hanya Liverpool dan Manchester United (20 gelar) yang memiliki koleksi lebih banyak dari Arsenal (14).

Namun, Arsenal memegang rekor spesial: tidak ada satu pun tim Inggris yang mampu menjuarai liga di dekade yang lebih berbeda daripada Arsenal (8 dekade berbeda). Keberhasilan ini membuktikan bahwa tajinya The Gunners selalu hidup dari generasi ke generasi.

Suporter Arsenal rayakan juara Premier League

3. Akhiri Penantian Sangat Panjang (22 Tahun)

Sebelum perayaan musim ini, Arsenal terakhir kali mengangkat trofi Premier League pada musim 2003/2004 silam. Kala itu, mereka mencetak sejarah abadi di bawah asuhan Arsene Wenger dengan status The Invincibles (tidak terkalahkan dalam satu musim). Butuh waktu tepat 22 tahun, air mata, dan kerja keras bagi Arsenal untuk kembali membawa trofi emas tersebut pulang ke London Utara.

4. Lepas dari Kutukan "Spesialis Runner-up"

Sebelum menjadi kampiun, Mikel Arteta dan anak asuhnya sempat dicap miring oleh publik sebagai tim "spesialis posisi kedua". Label tersebut melekat lantaran dalam tiga musim beruntun sebelumnya (2022/23, 2023/24, dan 2024/25), Arsenal selalu tampil perkasa di awal namun harus puas finis sebagai runner-up di bawah bayang-bayang Manchester City. Musim 2025/26 menjadi panggung pembuktian mentalitas juara mereka yang sesungguhnya.

Pemain Arsenal

Pemain Arsenal

5. Raja Bola Mati Baru: Rekor Sejarah Gol Sepak Pojok

Salah satu senjata paling mematikan Arsenal musim ini adalah skema bola mati (dead-ball) di bawah arahan pelatih spesialis mereka. Arsenal mengukir sejarah baru Premier League dengan mencetak 18 gol yang lahir murni dari situasi tendangan sudut (corner kick).

Angka ini resmi memecahkan rekor legendaris milik Oldham Athletic (16 gol sepak pojok) yang sudah bertahan sejak musim 1992/1993. Total, Arsenal mengoleksi 28 gol dari situasi bola mati di sepanjang musim ini.

6. Tembok Kokoh David Raya Menyamai David Seaman

Kunci dari kuatnya Arsenal melaju di jalur juara adalah lini pertahanan mereka yang sangat rapat. Kiper utama mereka, David Raya, tampil luar biasa dengan mengemas 19 clean sheets dari 37 pertandingan yang sudah dijalani. Catatan ini menyamai rekor clean sheet terbanyak dalam satu musim milik kiper legendaris Arsenal, David Seaman, pada musim 1993/94 dan 1998/99.

7. Keganasan Menghadapi Tim Papan Bawah

Konsistensi menjadi pembeda utama Arsenal musim ini dibanding musim-musim sebelumnya. The Gunners menjelma menjadi kesebelasan yang sangat kejam saat berhadapan dengan tim-tim di paruh bawah klasemen. Dari total poin yang mereka kumpulkan, Arsenal berhasil mengeruk 53 poin dari laga-laga tersebut, dengan memenangkan 17 dari 19 pertandingan melawan tim papan bawah. Mereka tidak lagi membuang-buang poin krusial secara cuma-cuma.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengejar Status Double Agent!

Pesta juara Premier League Arsenal dipastikan belum usai. Pasca mengamankan trofi domestik ini, fokus total pasukan Mikel Arteta kini langsung dialihkan ke Budapest. Arsenal dijadwalkan akan menantang Paris Saint-Germain (PSG) di final UEFA Champions League pada 30 Mei 2026. Di mana superkomputer Opta juga menempatkan Arsenal sebagai favorit kuat untuk mengawinkan gelar dan meraih Double Champions bersejarah