Mengapa Seseorang Melakukan Gaslighting dalam Hubungan? Simak Studi Terbaru
Meski sering dibicarakan, penelitian tentang alasan seseorang melakukan gaslighting masih terbatas.
Adapun fenomena gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis yang membuat korban meragukan pikiran, ingatan, atau realitas mereka sehingga kehilangan rasa percaya diri dan bergantung pada pelaku.
Saat ini sebuah studi terbaru dari Willis Klein, psikolog di McGill University di Montreal, Kanada, memberi gambaran lebih jelas bahwa ada dua motivasi utama di balik perilaku ini.
Mengapa seseorang melakukan gaslighting?
Menghindari bertanggung jawab atas kesalahan
Gaslighting dalam hubungan bisa berdampak serius. Lantas, apa alasan seseorang melakukan gaslighting? Simak penjelasan penelitian berikut.
Alasan pertama seseorang melakukan gaslighting adalah untuk menghindari tanggung jawab.
Dalam banyak kasus, gaslighting muncul ketika pelaku ingin menutupi kesalahan besar, termasuk perselingkuhan.
“Gaslighting sering kali merupakan upaya untuk menghindari akuntabilitas, terutama ketika menyangkut perilaku seperti perselingkuhan,” jelas Klein, penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal Personal Relationships, dikutip dari Huffington Post, Senin (22/9/2025).
Dengan memutarbalikkan fakta, pelaku berusaha menutup kesalahan sekaligus membuat pasangannya meragukan versi realitas yang mereka miliki.
Strategi ini biasanya dibarengi dengan ungkapan seperti, “Itu tidak pernah terjadi” atau, “Kamu hanya terlalu sensitif”.
Keinginan untuk mengendalikan pasangan
Gaslighting dalam hubungan bisa berdampak serius. Lantas, apa alasan seseorang melakukan gaslighting? Simak penjelasan penelitian berikut.
Motivasi kedua adalah keinginan untuk mengontrol pasangan. Dalam penelitian, banyak korban gaslighting melaporkan, pasangannya berusaha mengatur bagaimana mereka bertindak, dengan siapa mereka berbicara, dan bahkan pakaian apa yang dikenakan.
“Gaslighting adalah bentuk kontrol. Pelaku ingin mendikte perilaku korban, siapa yang boleh mereka temui, bahkan bagaimana mereka melihat diri sendiri,” terang Klein.
Upaya kontrol ini tidak selalu terlihat frontal. Kadang upaya ini muncul lewat sikap manis berlebihan pada awal hubungan, yang dikenal sebagai love-bombing.
“Pemenuhan kebutuhan emosional secara cepat menciptakan ikatan kuat sekaligus rasa berutang budi pada korban,” tambah dia.
Dari ikatan inilah pelaku mendapatkan celah untuk menanamkan pengaruh yang lebih besar.
Tahapan perilaku gaslighting dalam hubungan
Gaslighting dalam hubungan bisa berdampak serius. Lantas, apa alasan seseorang melakukan gaslighting? Simak penjelasan penelitian berikut.
Studi tersebut juga menemukan pola perilaku yang umum dilakukan oleh gaslighter dan sering kali muncul dalam beberapa tahap. Berikut selengkapnya.
1. Love-bombing
Pada awal hubungan, gaslighter kerap menampilkan diri sebagai pasangan yang penuh kasih dan perhatian. Mereka memberikan pujian berlebihan, hadiah, atau perhatian intensif.
Menurut Klein, hal ini menciptakan ikatan emosional cepat dan membuat korban merasa berutang budi.
“Love-bombing mempercepat terbentuknya epistemic trust yakni kepercayaan terhadap pasangan sebagai sumber validasi diri. Namun, justru inilah yang nantinya dimanipulasi,” jelas Klein.
2. Mengisolasi korban
Gaslighting dalam hubungan bisa berdampak serius. Lantas, apa alasan seseorang melakukan gaslighting? Simak penjelasan penelitian berikut.
Setelah ikatan terjalin, gaslighter mulai menjauhkan korban dari keluarga atau teman dekat.
Dengan begitu, korban kehilangan dukungan sosial yang bisa menjadi sumber kebenaran alternatif.
3. Perubahan sikap yang tidak terduga
Gaslighter sering berperilaku tidak konsisten, berpindah dari sikap penuh kasih ke sikap dingin atau bahkan marah. Hal ini membuat korban selalu merasa waspada dan bingung.
4. Memberi hukuman diam
Salah satu taktik manipulatif lainnya adalah cold-shouldering yakni mengabaikan pasangan tanpa penjelasan.
Tujuannya agar korban merasa bersalah dan mencari cara untuk “memperbaiki” hubungan.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.