Mentan Amran: Beli Telur dari Peternak Wajib Sesuai Harga Acuan Rp 26.500 Per Kg

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman menegaskan, pembelian telur ayam ras di tingkat peternak wajib mengacu pada harga acuan pembelian (HAP) sebesar Rp 26.500 per kilogram (kg).

"Merespons aspirasi peternak, harga acuan pembelian atau HAP di tingkat peternak sebesar Rp26.500 per kilogram wajib dipatuhi dan akan dikawal oleh Satgas Pangan Polri," kata Amran dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyampaikan, HAP sebesar Rp 26.500 per kg itu telah disepakati dalam dialog antara pemerintah dan peternak ayam petelur rakyat, dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Pedagang telur sedang melayani pembeli di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat

Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, Kementan akan mengirim surat imbauan dengan tembusan kepada Satuan Tugas Pangan Polri, guna mengawal penerapan HAP dan melindungi peternak dari kerugian.

Selain itu, pemerintah juga melakukan penyaluran jagung melalui mekanisme program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), untuk menekan biaya pakan peternak.

Amran pun mendorong adanya peningkatan frekuensi serapan telur oleh Badan Gizi Nasional (BGN), melalui program makan bergizi gratis (MBG) dari satu kali menjadi tiga kali seminggu. Amran menyebut telah berkomunikasi langsung dengan Kepala BGN, Nanik S. Deyang.

Selain itu, Kementan juga mengirim surat rekomendasi kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), untuk memasukkan sektor budidaya ayam petelur dalam daftar negatif investasi guna melindungi usaha rakyat dari tekanan investor besar.

Amran menegaskan, langkah tersebut sebagai komitmen memperkuat sektor perunggasan nasional dari hulu hingga hilir. "Pemerintah tidak akan membiarkan peternak rakyat mengalami kerugian akibat tekanan harga," ujarnya.

Menurut Mentan, perjuangan peternak petelur Indonesia harus diapresiasi karena telah berhasil memenuhi kebutuhan protein masyarakat bahkan mampu mengekspor ke negara lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami apresiasi dan kami bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa bahkan ekspor ke negara lain," kata Amran.

"Di sisi lain, kami sudah mengambil beberapa kebijakan dan langkah-langkah agar kita bisa lindungi mereka jangan sampai merugi," ujarnya. (Ant).