Peneliti di Jepang Temukan Cara Cek Ikan Segar lewat Matematika

kesegaran ikan, limbah makanan, Peneliti di Jepang Temukan Cara Cek Ikan Segar lewat Matematika

Para peneliti di Universitas Hokkaido, Jepang, menemukan cara mengetahui ikan segar atau tidak lewat model matematika secara real time (langsung).

Biasanya cara mengecek kesegaran ikan bisa lewat fisik, dari mata yang jernih hingga tekstur daging yang kenyal. Namun, cara tersebut bisa jadi tidak akurat apalagi jika ikan sudah melewati perjalanan panjang dari laut hingga dapur, yang bisa menurunkan kualitasnya. 

"Ikan dan kerang-kerangan termasuk sumber daya perairan yang paling bernilai gizi dan paling banyak diminati, serta sering dikonsumsi dalam keadaan mentah. Namun, kesegarannya menurun dengan cepat segera setelah ditangkap sehingga teknologi pengendalian kesegaran yang canggih menjadi sangat penting untuk pelestarian dan distribusinya," tulis para peneliti, dilansir dari Science Direct, Kamis (9/4/2026).

Penemuan ini diharapkan bisa membantu mengurangi limbah makanan, sekaligus menjaga kualitas hidangan laut yang dikonsumsi.

Peneliti temukan cara cek ikan segar lewat model matematika

kesegaran ikan, limbah makanan, Peneliti di Jepang Temukan Cara Cek Ikan Segar lewat Matematika

Peneliti temukan cara mengetahui ikan segar secara real time menggunakan model matematika untuk menjaga kualitas, serta mengurangi limbah.

Associate Professor dari Universitas Hokkaido, Naoto Tsubouchi menyampaikan, kesegaran ikan dan kerang langsung menurun setelah mati. Sayangnya, perubahan ini sangat sulit dipantau dalam jaringan distribusi yang rumit. 

"Akibatnya, keputusan yang tepat tidak selalu dapat diambil dengan akurat karena perubahan yang bergantung pada waktu terkait kesegaran belum sepenuhnya dipahami," tutur Tsubouchi, dikutip dari Phys.org

Hal ini tidak hanya berdampak pada keamanan pangan konsumen, tapi juga nilai ekonomi ikan tersebut. Supermarket, restoran sushi, dan toko kelontong kerap membuang stok karena data yang tidak presisi.

Jalur degradasi ATP

kesegaran ikan, limbah makanan, Peneliti di Jepang Temukan Cara Cek Ikan Segar lewat Matematika

Peneliti temukan cara mengetahui ikan segar secara real time menggunakan model matematika untuk menjaga kualitas, serta mengurangi limbah.

Penelitian yang terbit dalam Journal of Food Engineering ini menggunakan dasar model yang bekerja berdasarkan jalur degradasi adenosine triphosphate (ATP).

ATP adalah zat yang tersimpan dalam jaringan otot ikan saat masih hidup. Begitu ikan mati, ATP ini akan mengalami pembusukan secara berurutan.

Para peneliti menggunakan proses alami ini untuk menciptakan rumus matematika. Melalui proses kimia yang disebut K-value, model ini bisa menghitung tingkat kesegaran saat ini. 

Tidak hanya itu, model ini bisa memprediksi kondisi ikan untuk beberapa jam atau hari ke depan. Dengan demikian, konsumen bisa tahu kapan batas waktu terbaik untuk mengolah ikan tersebut.

Sebenarnya, indeks kesegaran berdasarkan K-value sudah ada sejak 60 tahun lalu. Namun, metode lama mengharuskan pengambilan sampel daging ikan untuk diteliti di laboratorium.

Proses tersebut memakan waktu sangat lama dan merusak tekstur ikan tersebut sehingga dinilai tidak praktis untuk kebutuhan harian.


Model baru ini hanya menggunakan data dasar, seperti jenis ikan, waktu penyimpanan, dan suhu. Hasilnya, tingkat kesegaran bisa diketahui secara instan tanpa alat laboratorium yang rumit.

Rasa yang lebih enak

kesegaran ikan, limbah makanan, Peneliti di Jepang Temukan Cara Cek Ikan Segar lewat Matematika

Peneliti temukan cara mengetahui ikan segar secara real time menggunakan model matematika untuk menjaga kualitas, serta mengurangi limbah.

Model ini tidak hanya bicara soal keamanan, tapi juga soal rasa. Proses pembusukan ATP menghasilkan senyawa yang disebut asam inosinat (IMP). Senyawa inilah yang memberikan rasa gurih atau umami pada ikan.

Jika ikan sudah terlalu lama disimpan, senyawa tersebut akan berubah menjadi zat yang pahit dan berbau tidak sedap.

Dengan model matematika ini, kualitas rasa ikan juga bisa diprediksi. Peneliti sudah menguji model ini pada berbagai jenis ikan, termasuk ikan makarel.

Hasilnya dinilai akurat dan sesuai dengan hasil uji laboratorium konvensional.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa satu struktur model dapat diterapkan pada berbagai spesies ikan, tanpa mengorbankan akurasi prediksi," kata Tsubouchi.

Teknologi ini sudah dipatenkan di berbagai negara. Para peneliti berencana menerapkan model ini ke dalam perangkat sensor otomatis. 

Teknologi ini bisa membantu memperkirakan sisa masa simpan ikan dengan sangat tepat. Salah satu dampaknya adalah limbah makanan akan berkurang drastis di seluruh dunia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang