BMKG Prakirakan Kemarau 2026 Lebih Panjang, Ini Daerah yang Perlu Waspada

BMKG, BMKG Prakirakan Kemarau 2026 Lebih Panjang, Ini Daerah yang Perlu Waspada

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah daerah di Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Pergeseran musim ini diprakirakan diawali dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian bergerak secara bertahap ke arah barat dan menjangkau wilayah lainnya.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada periode April 2026.

"Awal musim kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, yaitu ada 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari seluruh zona musim yang ada di Indonesia, sebanyak 699," kata Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Kantor BMKG, Jakarta, Rabu (4/3/2026) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, pada Mei 2026 jumlah zona musim yang memasuki kemarau meningkat menjadi 184 zona musim, kemudian bertambah lagi menjadi 163 zona musim pada Juni 2026. Proses ini menunjukkan pergerakan musim kemarau yang berlangsung secara bertahap.

"Nantinya diawali dari wilayah Nusa Tenggara dengan bergerak ke barat secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya," katanya.

Apa artinya bagi durasi musim kemarau tahun ini?

BMKG memperingatkan bahwa durasi musim kemarau pada 2026 berpotensi lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Sekitar 400 zona musim diprediksi akan mengalami kemarau yang lebih lama.

Menurut Teuku Faisal, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan 2025.

"Diprediksi di sebagian besar wilayah Indonesia, datangnya akan lebih maju. Kemudian juga nanti akan lebih panjang ya. Ini kalau bahasa awamnya bahwa di tahun 2026 itu relatif lebih kering daripada tahun 2025," ujarnya usai konferensi pers.

Kondisi tersebut menandakan adanya percepatan awal musim kemarau sekaligus potensi penurunan curah hujan di sejumlah wilayah.

Kapan puncak musim kemarau terjadi?

BMKG memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi secara bertahap pada Juli hingga September 2026.

Pada Juli 2026, puncak kemarau diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Jawa, sebagian kecil Nusa Tenggara Barat dan Timur, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, Sulawesi Utara bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat bagian tengah, dan Papua bagian timur.

Memasuki Agustus 2026, puncak kemarau diprediksi meluas ke Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, sebagian Maluku, Maluku Utara, serta Pulau Papua.

Sementara itu, pada September 2026, puncak kemarau diprakirakan terjadi di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil Pulau Papua.

Bagaimana sifat musim kemarau tahun ini?

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa dari total zona musim, sebanyak 451 zona musim diprediksi mengalami kondisi di bawah normal atau cenderung lebih kering. Sementara itu, 245 zona musim diperkirakan berada dalam kondisi normal.

"Sedangkan kondisi-kondisi yang perlu kita waspadai yaitu kondisi daerah-daerah yang diprediksi mengalami sifat musim kemarau di bawah normal," tuturnya.

Wilayah yang diprediksi mengalami kemarau lebih kering dari normal meliputi Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau dan Kepulauan Riau, sebagian Sumatera Barat, Jambi, sebagian besar Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Bengkulu, sebagian Lampung, serta sebagian Pulau Jawa.

Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di sebagian besar Bali dan Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo bagian tengah, serta sebagian Sulawesi Utara.

Di wilayah Indonesia timur, potensi kemarau lebih kering dari normal diperkirakan melanda sebagian besar Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang