BMKG Prediksi Jabar Diguyur Hujan Lebat 9–15 Februari 2026 di Wilayah Rawan Ini

BMKG Prediksi Jabar Diguyur Hujan Lebat 9–15 Februari 2026 di Wilayah Rawan Ini

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat, masih akan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat dalam sepekan ke depan, yakni pada periode 9–15 Februari 2026.

Kondisi ini membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, mengingat hujan berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat yang dapat memicu bencana hidrometeorologis.

Prakiraan tersebut disampaikan Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, yang menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini masih sangat mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah Jawa Barat.

Ia menyebut, suplai uap air yang melimpah serta kondisi atmosfer yang labil menjadi faktor utama peningkatan curah hujan.

"Dalam satu minggu ke depan, dinamika atmosfer yang diperkirakan masih mendukung potensi suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif serta peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Jawa Barat," ujar Ayu dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).

Mengapa Curah Hujan di Jawa Barat Masih Tinggi?

BMKG memaparkan, terdapat sejumlah faktor atmosfer yang berkontribusi terhadap tingginya potensi hujan di Jawa Barat.

Salah satunya adalah suhu muka laut di sekitar perairan Indonesia yang relatif hangat, sehingga meningkatkan penguapan dan suplai uap air ke atmosfer.

Selain itu, pola belokan angin dan keberadaan daerah konvergensi di wilayah Jawa Barat turut memicu pertumbuhan awan hujan.

Aktifnya gelombang atmosfer Low Frequency juga memperkuat proses pembentukan awan konvektif.

Kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil ringan hingga kuat semakin memperbesar peluang terbentuknya awan hujan pada skala lokal.

Situasi ini membuat hujan berpotensi turun dengan intensitas sedang hingga lebat dalam waktu singkat.

Wilayah Mana Saja yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat?

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer global, regional, dan lokal, serta luaran model cuaca probabilistik dan deterministik, BMKG memetakan wilayah-wilayah di Jawa Barat yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat selama sepekan ke depan.

Berikut gambaran wilayah terdampak berdasarkan hari:

  • Senin, 9 Februari 2026: Kota Depok, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.
  • Selasa, 10 Februari 2026: Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.
  • Rabu, 11 Februari 2026: Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran.
  • Kamis, 12 Februari 2026: Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaran.
  • Jumat hingga Minggu, 13–15 Februari 2026: Potensi hujan masih terjadi di Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Apa Risiko yang Perlu Diwaspadai Masyarakat?

BMKG mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana.

"Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," ujar Ayu.

"Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, dengan memantau informasi cuaca terkini yang dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG," ucapnya.

Dengan potensi hujan lebat yang masih tinggi, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana selama sepekan ke depan di wilayah Jawa Barat.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang