BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Awal di Jawa Barat, Ini Daerah yang Pertama Mengalaminya
Musim kemarau tahun 2026 di wilayah Jawa Barat diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprediksi sebagian besar wilayah akan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap mulai Maret hingga Juni 2026.
Prediksi ini didasarkan pada analisis dinamika atmosfer serta model prediksi iklim dengan periode normal 1991–2020.
Selain datang lebih awal, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan memiliki sifat hujan yang didominasi bawah normal atau lebih kering dari biasanya.
Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa awal musim kemarau akan berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Jawa Barat.
"Awal musim kemarau diprediksi terjadi bertahap mulai Maret hingga Juni 2026, dengan sebagian besar wilayah memasuki musim kemarau pada Mei 2026," kata Teguh Rahayu dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Mengapa Musim Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Awal?
BMKG menjelaskan bahwa perubahan pola musim ini berkaitan dengan dinamika iklim global. Sebelumnya, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau lebih awal dibandingkan rerata klimatologinya.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Nina Lemah pada Februari 2026. Saat ini kondisi iklim global telah bergeser menuju fase netral.
"Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun," kata Faisal dalam konferensi pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Jakarta.
Ia juga menjelaskan bahwa pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan nilai indeks ENSO saat ini berada pada angka -0,28 atau dalam kondisi netral dan diperkirakan bertahan hingga Juni 2026.
Namun demikian, mulai pertengahan tahun terdapat peluang munculnya fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat sebesar 50–60 persen.
Wilayah Mana yang Lebih Dulu Memasuki Kemarau di Jawa Barat?
BMKG mencatat beberapa wilayah di Jawa Barat akan lebih dahulu memasuki musim kemarau pada Maret 2026. Wilayah tersebut mencakup sekitar satu Zona Musim (ZOM), yaitu:
- Bekasi bagian utara
- Kota Bekasi bagian utara
- Karawang bagian barat laut
Pada April 2026, musim kemarau diperkirakan meluas ke empat ZOM atau sekitar 9,8 persen wilayah Jawa Barat. Wilayah yang termasuk dalam periode ini antara lain:
- Sebagian wilayah Bekasi
- Karawang
- Purwakarta bagian timur laut
- Subang bagian utara
- Indramayu
- Sebagian wilayah Cirebon.
Sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026.
"Sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, yakni sekitar 23 ZOM atau 56,1 persen wilayah," tuturnya.
Daerah yang diperkirakan mulai mengalami kemarau pada Mei meliputi:
- Sebagian wilayah Bogor
- Sukabumi
- Cianjur
- Wilayah Bandung Raya
- Garut
- Sumedang
- Tasikmalaya
- Pangandaran
- Wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan
- Ciamis dan Banjar.
Bagaimana Perluasan Musim Kemarau Hingga Juni 2026?
Pada Juni 2026, musim kemarau diperkirakan semakin meluas ke 12 ZOM atau sekitar 29,3 persen wilayah lainnya.
Wilayah yang mulai memasuki kemarau pada periode ini meliputi sebagian besar wilayah Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur bagian barat laut, Bandung Raya, Garut bagian tenggara, Tasikmalaya bagian selatan, serta Pangandaran bagian barat.
Selain itu, terdapat satu ZOM atau sekitar 2,4 persen wilayah di Jawa Barat yang memiliki pola satu musim.
BMKG juga memproyeksikan puncak musim kemarau di Jawa Barat akan terjadi pada Agustus 2026. Durasi kemarau diperkirakan berkisar antara 13 hingga 15 dasarian atau sekitar empat hingga lima bulan.
"Secara umum, sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dan durasi kemarau berkisar 13–15 dasarian dan diprediksi memiliki durasi lebih panjang dari normal," kata Ayu.
Apa Dampak yang Perlu Diwaspadai?
BMKG mengingatkan bahwa kondisi kemarau yang datang lebih awal dan berpotensi lebih panjang dapat menimbulkan sejumlah dampak yang perlu diantisipasi.
Beberapa potensi dampak tersebut antara lain:
- kekeringan meteorologis
- penurunan ketersediaan air bersih
- gangguan pada sistem irigasi pertanian
- meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini.
"BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kekeringan, penurunan ketersediaan air, gangguan irigasi pertanian, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan, melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal dan penyesuaian kalender tanam," imbaunya.
Bagaimana Gambaran Musim Kemarau 2026 di Indonesia?
Secara nasional, BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Wilayah tersebut mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian kecil wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa 184 ZOM atau 26,3 persen wilayah akan menyusul memasuki musim kemarau pada Mei 2026 dan 163 ZOM atau 23,3 persen wilayah lainnya pada Juni 2026.
"Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua," ujarnya.
Berdasarkan analisis BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 yang mencakup sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang