Pasar Segiri Terbakar, Pemkot Samarinda Waspadai Risiko Inflasi dan Kenaikan Harga Pangan
Kebakaran yang melanda Pasar Segiri Samarinda berpotensi mengganggu distribusi pangan dan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengingatkan, lambatnya pemulihan pasar induk itu dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah.
"Kami khawatir jika prosesnya lambat, akan terjadi inflasi karena ini pusat grosir. Maka seluruh OPD terkait seperti Disdag, DLH, BPBD, PUPR, hingga Damkar dikerahkan untuk bersinergi" ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas, dikutip dari Tribun Kaltim, Jumat (27/3/2026).
Pasar Segiri jadi tulang punggung distribusi
Pasar Segiri selama ini berperan sebagai pusat distribusi bahan pangan utama di Samarinda.
Sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari sayur mayur hingga komoditas penting lainnya, dipasok dari pasar tersebut.
Bahkan, sekitar 80 persen distribusi pangan di Samarinda bergantung pada aktivitas di Pasar Segiri.
Kondisi ini membuat gangguan operasional pasar tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga berpotensi dirasakan oleh masyarakat luas.
Pemulihan dikebut untuk tekan risiko
Untuk mencegah dampak yang lebih luas, Pemkot Samarinda bergerak cepat mempercepat penanganan pasca kebakaran.
Pembersihan puing menjadi langkah awal agar pembangunan kembali dapat segera dilakukan.
"Instruksi Pak Wali, minimal 1-2 hari lokasi ini harus sudah bersih," kata Marnabas.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan lapak semi permanen agar pedagang bisa segera kembali berjualan.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi barang di pasar.
Pemulihan Pasar Segiri melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Perdagangan, PUPR, BPBD, hingga pemadam kebakaran.
Seluruh instansi tersebut dikerahkan untuk bekerja secara terpadu dalam mempercepat pemulihan.
Antisipasi lonjakan harga
Pemkot menilai, jika proses pemulihan berjalan lambat, maka distribusi pangan bisa terganggu dan berdampak pada ketersediaan barang di pasar.
Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Karena itu, pemerintah memprioritaskan percepatan pemulihan agar aktivitas perdagangan dapat segera kembali normal.
"Fokus kami adalah pembangunan sarana agar mereka bisa cepat berjualan kembali dan distribusi pangan di Samarinda tetap lancari," kata Marnabas.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Cegah Inflasi, Pemkot Samarinda Targetkan Pembersihan Puing Kebakaran Pasar Segiri Rampung 2 Hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang