Harga Pangan Mulai Naik, Bulog DKI-Banten Kerahkan Beras SPHP hingga MinyaKita ke Ratusan Titik

Beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP), Bulog Sebar Beras SPHP dan Premium ke Ratusan Titik, Gerakan Pangan Murah Diperluas, Penyaluran Bantuan Pangan Dipercepat, Setiap Penerima Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak, Distribusi MinyaKita Terus Digencarkan, Pastikan Beras dan Minyak Goreng Tetap Aman
Beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP)

Perum Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten bergerak cepat mengantisipasi potensi kenaikan harga pangan di pasaran. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), beras premium, percepatan penyaluran bantuan pangan, hingga distribusi minyak goreng MinyaKita.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah adanya indikasi kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemimpin Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten Taufan Akib mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memberikan rasa tenang kepada masyarakat terkait ketersediaan pangan.

"Langkah-langkah strategis ini diambil untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat, terkait kecukupan kebutuhan bahan pangan pokok dan imbas dari adanya indikasi kenaikan harga di pasar," kata Taufan Akib di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Bulog Sebar Beras SPHP dan Premium ke Ratusan Titik

Salah satu langkah utama yang dilakukan Bulog adalah memperluas distribusi beras medium melalui program SPHP dan beras premium ke berbagai saluran distribusi resmi.

Penyaluran difokuskan ke toko-toko binaan Bulog yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Saluran distribusi tersebut meliputi:

  • Koperasi
  • Rumah Pangan Kita (RPK)
  • Outlet binaan instansi pemerintah
  • Pedagang pengecer di pasar
  • Ritel modern

Menurut Taufan, saat ini terdapat 375 titik saluran binaan yang aktif menyalurkan produk pangan Bulog di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Jaringan distribusi tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan.

"Hari ini, kami mendistribusikan beras SPHP dan beras premium ke toko binaan di Pasar Kramat Jati dan Pasar Senen," ujarnya.

Gerakan Pangan Murah Diperluas

Bulog juga memperkuat distribusi beras premium melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di sejumlah wilayah.

Salah satu kegiatan distribusi besar dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di GOR Kalisari, Jakarta Timur.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Dengan semakin luasnya distribusi beras SPHP dan beras premium, Bulog berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah.

Penyaluran Bantuan Pangan Dipercepat

Selain distribusi beras komersial, Bulog juga mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.

Penyaluran dilakukan secara serentak di berbagai wilayah dengan target penyelesaian pada pekan kedua hingga pekan ketiga Juni 2026.

Menurut Taufan, percepatan bantuan pangan menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Hingga Sabtu, 6 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog DKI Jakarta dan Banten telah mencapai 78,66 persen.

Data Bulog menunjukkan sebanyak 1.592.420 penerima bantuan pangan telah menerima bantuan dari total target 2.024.376 penerima.

"Sudah tersalurkan ke 1.592.420 penerima bantuan pangan dari target penyaluran 2.024.376 penerima bantuan pangan," kata Taufan.

Setiap Penerima Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak

Dalam program bantuan pangan tersebut, setiap penerima bantuan mendapatkan:

  • 20 kilogram beras
  • 4 liter minyak goreng

Bantuan tersebut diberikan untuk dua alokasi penyaluran yang telah ditetapkan pemerintah.

Bulog menilai bantuan pangan tersebut akan membantu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga sehingga dapat mengurangi tekanan permintaan di pasar.

Dengan berkurangnya tekanan permintaan, potensi lonjakan harga sejumlah bahan pokok juga diharapkan dapat ditekan.

Distribusi MinyaKita Terus Digencarkan

Selain beras, Bulog juga terus mengoptimalkan distribusi minyak goreng MinyaKita ke berbagai pasar tradisional.

Penyaluran dilakukan melalui jaringan pasar yang masuk dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) maupun toko-toko binaan di pasar tradisional non-SP2KP.

Distribusi tersebut bertujuan menjaga ketersediaan stok minyak goreng di pasar sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Bulog berharap kehadiran MinyaKita dapat menjadi instrumen penyeimbang pasokan di tengah fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi di sejumlah daerah.

Pastikan Beras dan Minyak Goreng Tetap Aman

Taufan menegaskan seluruh langkah yang dilakukan Bulog bertujuan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman baik dari sisi pasokan maupun harga.

Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan pasar agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pangan utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Langkah-langkah ini perlu kami lakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya beras dan minyak aman, tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan pemerintah," ujar Taufan.

Melalui distribusi beras SPHP, beras premium, bantuan pangan, dan MinyaKita secara masif, Bulog DKI Jakarta dan Banten berharap stabilitas harga pangan dapat tetap terjaga serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi di tengah dinamika harga yang terjadi di pasar.