Pedagang Diminta Waspadai Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Pagi Samarinda

samarinda, pasar pagi, pemkot samarinda, pasar pagi samarinda, Pedagang Diminta Waspadai Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Pagi Samarinda, Pemkot Pegang Data 2.687 Pedagang Pasar Pagi, Persiapan Teknis Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda, Sosialisasi dan Pengundian Nomor Lapak, Pasar Pagi Ditargetkan Beroperasi November 2025

Pemerintah Kota Samarinda memastikan tidak ada praktik jual beli lapak dalam proses penataan Pasar Pagi yang saat ini tengah direvitalisasi.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa isu mengenai jual beli lapak hanyalah rumor.

“Jangan sampai ada orang tiba-tiba membayar lapak di Pasar Pagi, itu tidak ada. Jadi kalau ada, berarti orang itu tidak bertanggung jawab,” tegas Marnabas.

Ia mengaku menerima informasi adanya pihak yang menawarkan lapak dengan imbalan sejumlah uang. Namun, Pemkot memastikan praktik tersebut tidak benar dan tidak pernah diberlakukan.

“Itu tidak ada bayar-bayaran,” ujarnya menegaskan.

Pemkot Pegang Data 2.687 Pedagang Pasar Pagi

Marnabas menjelaskan, Pemkot sudah memiliki data lengkap pedagang Pasar Pagi, dengan total 2.687 orang. Dari jumlah itu, sekitar 2.500 merupakan pedagang aktif, sementara sisanya tidak lagi beraktivitas.

Dengan basis data by name by address tersebut, tidak ada peluang bagi pihak manapun untuk mengklaim bisa memberikan lapak secara instan dengan imbalan uang.

“Datanya sudah ada by name by address, jadi tidak ada lagi orang-orang yang misalnya tiba-tiba bisa dapat, terus dikasih uang, itu tidak ada. Saya pastikan kalau memang seperti itu, berarti nanti dia rugi sendiri,” tutur Marnabas.

Ia menilai isu yang beredar hanyalah upaya sebagian pihak untuk memanfaatkan situasi. Karena itu, Pemkot meminta masyarakat, khususnya pedagang, agar berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan tawaran yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau ada yang mengaku bisa membantu orang mendapatkan lapak dan dibayar, itu keliru,” pungkasnya.

Persiapan Teknis Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda

Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda ditargetkan rampung dan beroperasi pada akhir tahun 2025.

Namun sebelum pedagang menempati lapak baru, pemerintah masih harus menuntaskan sejumlah tahapan teknis, terutama terkait kelistrikan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani atau Yama, menyampaikan pencabutan nomor lapak belum bisa dilakukan sebelum sistem kelistrikan benar-benar selesai.

“Kalau kelistrikannya sudah selesai kami akan sosialisasi baru kemudian pencabutan undian,” jelas Yama.

Sosialisasi dan Pengundian Nomor Lapak

Disdag menargetkan sosialisasi kepada pedagang dilakukan pada Oktober 2025, bertepatan dengan proses serah terima tahap akhir dari Dinas PUPR ke Disdag.

Setelah itu, pengundian nomor lapak akan digelar secara transparan dengan sistem berbasis zonasi.

“Di lapangan sih kami sudah pasang nomor dan penzonaan. Nanti setelah disosialisasi semuanya baru kita lakukan undian berdasarkan segmen. Jadi pada hari yang sama diundi berdasarkan segmen lantai, misal zona basah dan kering,” terang Yama.

Ia menambahkan, pedagang lama akan tetap diprioritaskan dalam penempatan lapak, sedangkan pedagang baru hanya bisa masuk jika masih ada lapak tersisa.

“Lebih diprioritaskan pedagang lama. Kalau ada orang atau pedagang baru belum bisa kecuali ada lapak lebihan. Karena kita membangun bukan membuka segmen baru tapi merevitalisasi pasar,” tegasnya.

Pasar Pagi Ditargetkan Beroperasi November 2025

Jika seluruh tahapan berjalan lancar, Pasar Pagi Samarinda diproyeksikan mulai beroperasi pada November 2025.

Yama menegaskan, sebelum tahap itu, semua kebutuhan teknis termasuk kelistrikan harus tuntas agar tidak menimbulkan masalah setelah pasar beroperasi.

“Kalau diresmikan rencana November sudah mulai beroperasional. Kalau perumusan kelistrikannya sudah pas baru sosialisasi supaya tidak ada hal yang tertinggal,” ujarnya.

Saat ini, progres pembangunan Pasar Pagi sudah memasuki tahap akhir. Menurut Yama, proyek revitalisasi telah mencapai 90 persen dengan tahap pembersihan, sebelum diserahkan dari Dinas PUPR ke Disdag.

“Bangunan sudah tahap pembersihan 90 persen. Penyerahan ke PUPR dulu baru ke Disdag,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul "Waspada Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Pagi, Pemkot Samarinda Pastikan Pegang Data 2.687 Pedagang".

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.