Pelukis Khong Guan Ungkap Proses Gambar Legendaris yang Hanya Tampilkan Ibu dan Anak
Lukisan pada kaleng biskuit Khong Guan menampilkan suasana sederhana di meja makan.
Terlihat seorang ibu bersama dua anak yang sedang menikmati makanan, namun tidak ada sosok ayah dalam gambar tersebut.
Gambar ini sudah sangat dikenal dan hampir tidak berubah sejak dulu. Banyak orang langsung mengenalinya hanya dari sekilas tampilan, meski tanpa melihat mereknya.
Kehadiran lukisan tersebut juga kerap memunculkan pertanyaan, terutama soal gambar keluarga yang hanya menampilkan ibu dan anak-anak tanpa sosok ayah.
Di balik kesederhanaannya, ternyata proses pembuatan gambar ini tidak sederhana, terutama karena dibuat pada masa ketika teknologi percetakan masih terbatas.
Proses Pembuatan Lukisan Kaleng Khong Guan
Bernardus membagikan cerita bagaimana lukisan pada kaleng Khong Guan pertama kali dibuat hingga akhirnya bisa diproduksi massal.
Bernardus menjelaskan, pada masa itu proses mencetak gambar dari lukisan tidak bisa dilakukan secara langsung.
Setiap ilustrasi harus diubah terlebih dahulu menjadi film agar bisa dicetak.
Proses tersebut menggunakan empat lapisan warna utama yang disusun secara bertahap untuk menghasilkan gambar utuh.
"Dan filmnya itu pasti empat lapis, empat warna magenta, yellow, black," ujar Bernardus dikutip dari kanal YouTube Antara News, Selasa (30/5/2017).
Setiap warna dicetak secara terpisah, lalu disatukan hingga membentuk ilustrasi yang menyerupai lukisan aslinya.
"Jadi yang film yang ini nanti kuning, film yang satu lagi tintanya biru, ditumpuk pas gitu. Satu lagi magenta, satu lagi hitam baru jadi gambar yang seperti lukisan itu," jelas Bernardus.
Dalam proses pengerjaannya, Bernardus tidak berhubungan langsung dengan pihak Khong Guan. Ia menerima pesanan melalui perusahaan separasi.
"Mereka banyak sekali pesan gambar ke saya. Nah, salah satunya Khong Guan itu. Tetapi, melalui perusahaan separasi," ungkapnya.
Ia hanya diberi contoh sederhana sebagai acuan, seperti potongan gambar yang kemudian disesuaikan dalam ilustrasi.
"Dikasih sebuah contoh kayak guntingan majalah atau apa yang lusuh begitu. Oh, ini mesti diganti di sini piringnya masih yang begini gitu. Nah, kita ikuti saja seperti itu," imbuh Bernardus.
Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pembuatan sketsa awal sebelum akhirnya disepakati.
"Kita sketch dulu kira-kira seperti ini mau enggak? Sampai sudah setuju kira-kira komposisinya seperti itu baru kita lukis," tutur Bernardus.
Menurutnya, revisi tidak banyak dilakukan dan prosesnya cenderung cepat.
"Sekali kayaknya ya. Saya enggak ingat sama mungkin sekali. Sudah kita bikin sketsanya seperti ini. Kasih tunjuk kalau dirubah sedikit sudah selesai," lanjutnya.
Ia memperkirakan lukisan kaleng Khong Guan dibuat sekitar tahun 1970-an dan konsepnya masih dipertahankan hingga kini.
Kenapa Tidak Ada Sosok Ayah di Gambar Khong Guan?
Selain proses pembuatannya, hal lain yang kerap disorot adalah tidak adanya sosok ayah dalam lukisan kaleng Khong Guan.
Bernardus menilai, komposisi gambar memang lebih difokuskan pada sosok ibu sebagai figur utama dalam rumah tangga.
"Tapi, menurut saya itu hanya untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya beli. Bapaknya enggak penting. Gak penting. Karena yang belanja ibunya," kata Bernardus.
Menurutnya, hal itu berkaitan dengan kebiasaan dalam keluarga di mana ibu menjadi pihak yang berperan dalam membeli kebutuhan sehari-hari.
Lukisan yang sederhana itu pun akhirnya menjadi ciri khas yang bertahan hingga sekarang, sekaligus terus memunculkan rasa penasaran di kalangan masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang