Mengapa Tidak Ada Ayah di Kaleng Khong Guan?

kaleng Khong Guan, kaleng biskuit Khong Guan, misteri ayah di kaleng Khong Guan, Mengapa Tidak Ada Ayah di Kaleng Khong Guan?

Pernah bertanya, mengapa di kaleng biskuit Khong Guan hanya ada ilustrasi ibu, beserta dua anaknya yang menikmati teh dan biskuit? Di mana sosok sang ayah?

Pelukis gambar kaleng Khong Guan, Bernardus Prasodjo, menjawab hal ini.

Misteri ayah di kaleng Khong Guan

Dibuat tanpa sengaja

Ilustrasi kaleng Khong Guan dibuat sesuai pesanan perusahaan separasi film pada tahun 1970-an. Bernadus menerima contoh gambar dari sebuah majalah sebagai inspirasi awal pembuatan ilustrasi ini.

"Mereka pesan banyak sekali gambar ke saya. Salah satunya Khong Guan itu," kata Bernardus dalam sebuah video yang diunggah ANTARA News di YouTube, dilaporkan oleh , Kamis (16/4/2026).

Potongan gambar tersebut tampak lusuh. Namun demikian, ia tetap mengikuti arahan yang diberikan pihak pemesan soal gambar yang diinginkan.

Gambar yang sampai saat ini menghiasi kaleng biskuit Khong Guan tidak banyak berbeda dengan gambar contoh yang disodorkan padanya.

"Ya cuma ini bajunya warna kuning, yang ini merah. Kemudian anaknya yang ini rada digeser ke mari, yang ini jadi pegang biskuit. Ya begitu aja," jelas Bernadus.

Ia lantas melanjutkan proses pembuatan gambar untuk kaleng biskuit ini, sesuai dengan komposisi gambar pada pesanan.

"Kita sketch (bikin sketsa) dulu. Kira-kira seperti ini mau enggak. Sampai sudah setuju kira-kira komposisinya seperti itu, baru kita lukis," kata Bernardus.

kaleng Khong Guan, kaleng biskuit Khong Guan, misteri ayah di kaleng Khong Guan, Mengapa Tidak Ada Ayah di Kaleng Khong Guan?

Kios biskuit Khong Guan di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (3/8/2023). Ke mana perginya sosok ayah di kaleng Khong Guan? Pelukis gambar kaleng Khong Guan, Bernardus Prasodjo, menjawab hal ini.

Berdasarkan sudut pandang seniman alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, kekosongan sosok ayah pada kaleng Khong Guan dibuat tanpa sengaja.

Bernadus sendiri tidak tahu persis alasannya. Secara pribadi, ia menilai gambar ini berkaitan dengan strategi promosi. 

"Menurut saya itu cara untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya membeli. Jadi yang penting ada ibunya di situ," ujar Bernardus.

"Karena yang belanja ibunya kok," sambungnya.

Di sisi lain, bila menelusuri sejarah ilustrasinya, jawaban atas misteri sosok ayah pada kaleng Khong Guan sebenarnya cukup sederhana.

Bila dilihat dari sisi desain kemasan, gambar tersebut memang menonjolkan sosok ibu sebagai target utama konsumen, seperti dikutip .

Adapun bila dilihat dari sisi cerita ilustrasi asalnya, adegan di meja makan hanyalah satu bagian dari rangkaian cerita yang belum menampilkan kehadiran sang ayah.

Dengan kata lain, ayah dalam keluarga itu tidak hilang, ia hanya belum muncul dalam adegan yang akhirnya dipilih sebagai gambar kemasan biskuit.


Ayah pulang pukul 6 sore

kaleng Khong Guan, kaleng biskuit Khong Guan, misteri ayah di kaleng Khong Guan, Mengapa Tidak Ada Ayah di Kaleng Khong Guan?

Potongan gambar Ladybird

Penelusuran sejumlah peneliti ilustrasi menemukan bahwa gambar keluarga tersebut memiliki kemiripan dengan ilustrasi dalam buku anak-anak klasik Inggris terbitan 1959 dari penerbit Ladybird Books.

Buku tersebut menampilkan ilustrasi karya seniman Inggris Harry Wingfield.

Dalam ilustrasi pertama yang sangat mirip dengan gambar di kaleng Khong Guan, terlihat ibu dan dua anak sedang menikmati teh sore hari.

Keterangan di halaman itu menyebutkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung pukul empat sore.

Pada halaman berikutnya, cerita berlanjut dengan menggambarkan anak-anak berlari menyambut seseorang yang baru datang ke rumah.

Keterangan di samping gambar menyebutkan: “Pada pukul enam sore ayah pulang.”

Perlu diketahui, dua anak yang muncul dalam ilustrasi keluarga tersebut bernama Peter dan Jane.

kaleng Khong Guan, kaleng biskuit Khong Guan, misteri ayah di kaleng Khong Guan, Mengapa Tidak Ada Ayah di Kaleng Khong Guan?

Potongan gambar Ladybird

Dalam kelanjutan cerita pada ilustrasi aslinya, keduanya kemudian digambarkan berlari ke halaman rumah untuk menyambut ayah mereka yang baru saja pulang dari bekerja.

Artinya, sang ayah sebenarnya tidak hilang. Ia hanya belum ada di rumah saat keluarga menikmati teh sore, karena masih berada di tempat kerja.

Dua jam kemudian, ia kembali dan disambut gembira oleh istri serta anak-anaknya.

Terlepas dari pertanyaan ke mana perginya sosok ayah pada kaleng Khong Guan, ilustrasi keluarga tersebut tetap bertahan tanpa perubahan berarti selama lebih dari setengah abad.

Khong Guan saat ini menjual biskuit kaleng dan pak dalam tiga ukuran yakni 300 gram, 650 gram, dan 1600 gram bersisi 13 macam biskuit.

Gambar sederhana di kaleng biskuit asal Singapura itu terus muncul setiap Ramadhan dan Lebaran, mengingatkan banyak orang pada masa kecil, tradisi keluarga, dan momen berkumpul bersama.

Bisa jadi, misteri ayah di kaleng Khong Guan justru memancing rasa penasaran sehingga tetap hidup dalam ingatan banyak orang.

Ilustrasi sederhana yang awalnya hanya desain kemasan, akhirnya berubah menjadi icon budaya yang melekat dalam memori kolektif masyarakat Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang