Jangan Anggap Sepele! Ibu Harus Tahu 5 Bahaya GTM pada Anak
Kondisi anak sulit makan atau dikena Gerakan Tutup Mulut (GTM) tidak boleh dianggap sepele oleh para orang tua. GTM terjadi ketika anak menolak makan, menutup mulut saat disuapi atau hanya mau makan dalam porsi yang sangat sedikit yang berlangsung dalam waktu lama bisa berdampak terhadap kesehatan si kecil.
Kurangnya asupan nutrisi selama masa balita, seperti protein, vitamin, dan mineral, berisiko menyebabkan tubuh anak tidak memiliki energi menunjang tumbuh kembang secara optimal. Pasalnya, masa balita merupakan periode penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.
Melansir American Academy of Pediatrics, kebiasaan makan yang buruk pada anak dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang, mulai dari pertumbuhan hingga perkembangan kognitif. Inilah risiko kesehatan yang mengintai anak akibat GTM dalam jangka panjang. Scroll untuk informasi lengkapnya!
1. Risiko Kekurangan Nutrisi
Bahaya utama GTM adalah kurangnya asupan nutrisi penting bagi tubuh anak. Ketika anak menolak makan, tubuh tidak mendapatkan cukup protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh secara optimal.
2. Pertumbuhan Terhambat
ilustrasi anak/pertumbuhan anak/tinggi anak/kakak adik.
GTM yang berlangsung lama dapat membuat berat badan anak sulit meningkat. Jika asupan kalori tidak mencukupi, tubuh tidak memiliki cukup energi untuk mendukung proses pertumbuhan.
Dikutip Mayo Clinic, kekurangan nutrisi pada masa kanak-kanak dapat berdampak pada berat badan, tinggi badan, serta perkembangan fisik secara keseluruhan.
3. Daya Tahan Tubuh Menurun
Anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi cukup cenderung memiliki sistem imun yang lebih lemah. Akibatnya, anak lebih mudah terserang penyakit seperti flu, infeksi, atau gangguan kesehatan lainnya.
4. Gangguan Perkembangan Otak
Ilustrasi nutrisi otak
Dilanisir dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, nutrisi yang cukup pada masa kanak-kanak berperan penting dalam perkembangan fungsi otak. Protein, zat besi, serta asam lemak omega-3 sangat penting bagi perkembangan otak anak sehingga jika tidak terpenuhi, kemampuan konsentrasi dan perkembangan kognitif anak dapat terpengaruh.
5. Membentuk Pola Makan Buruk
Jika tidak segera diatasi, GTM dapat membuat anak terbiasa menolak makanan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membuat anak menjadi sangat pemilih terhadap makanan (picky eater) sehingga semakin sulit memenuhi kebutuhan gizinya.
Solusi Cerdas Mencukupi Nutrisi Anak Akibat GTM
Menghadapi anak yang sulit makan memang tidak mudah bagi orang tua. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan nafsu makan anak sekaligus memastikan kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.
1. Variasikan Menu dan Tekstur Makanan
Anak sering kali bosan dengan menu yang sama setiap hari. Karena itu, orang tua dapat mencoba variasi menu, warna, maupun bentuk makanan agar anak lebih tertarik untuk mencoba. Menggabungkan makanan dengan berbagai tekstur juga dapat membantu anak terbiasa menerima jenis makanan baru
2. Lengkapi Nutrisi dengan Susu Formula
Jika anak tetap sulit makan, orang tua dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian dengan susu formula yang memiliki nutrisi kompleks.
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Flyon Kids, susu yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, terutama bagi mereka yang memiliki selera makan rendah.

Susu ini mengandung protein berkualitas untuk membantu pembentukan jaringan tubuh, kalsium dan vitamin D untuk kesehatan tulang dan gigi, serta omega-3 dan omega-6 yang mendukung perkembangan otak anak. Selain itu, kandungan prebiotik di dalamnya membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.
3. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan
Suasana makan yang santai dan menyenangkan dapat membantu anak merasa lebih nyaman saat makan. Orang tua sebaiknya tidak memaksa anak menghabiskan makanan karena hal tersebut justru dapat membuat anak semakin menolak makan.
Sebaliknya, orang tua dapat mencoba menyajikan makanan dengan tampilan menarik atau mengajak anak makan bersama keluarga agar momen makan terasa lebih menyenangkan.
Dengan nutrisi yang seimbang dan rasa yang disukai anak, susu ini dapat menjadi pendamping asupan harian bagi anak yang mengalami GTM sekaligus membantu mendukung tumbuh kembangnya agar tetap sehat dan aktif.