Adu Mulut 2 Calon Presiden Barcelona, Erling Haaland dan Lionel Messi Diseret

Presiden Barcelona terpilih, Joan Laporta
Presiden Barcelona terpilih, Joan Laporta

 Duel panas terjadi menjelang pemilihan presiden FC Barcelona. Dua kandidat kuat, Joan Laporta dan Victor Font, terlibat debat sengit yang bisa menjadi penentu arah klub lima tahun ke depan.

Debat tersebut digelar hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara yang akan menentukan siapa presiden Barcelona berikutnya. Para anggota klub akan memberikan suara mereka pada Minggu mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laporta maju untuk periode keempat dan mengusung narasi keberlanjutan. Ia menegaskan kepemimpinannya adalah jaminan stabilitas klub, termasuk menjaga posisi pelatih Hansi Flick.

Di sisi lain, Font menyerang dari sisi finansial klub. Ia menilai kondisi ekonomi Barcelona saat ini masih rapuh dan bisa mengancam keberlanjutan klub jika tidak segera dibenahi.

Sejak awal debat, Laporta tampil agresif. Ia bahkan menyebut Font sebagai sosok teknokrat yang tidak punya pengalaman langsung memimpin klub sebesar Barcelona.

“Font menyangkal hal yang jelas dan menyebarkan kebohongan. Dia teknokrat yang hanya bekerja di belakang komputer. Dia ingin menghancurkan apa yang sudah kami bangun,” kata Laporta.

Laporta juga menyinggung proyek renovasi stadion Camp Nou yang kerap dikritik karena mengalami keterlambatan.

Menurutnya, proyek tersebut memang tidak mudah karena banyak faktor tak terduga.

“Rencananya atap stadion selesai pada 2028. Proyek seperti ini bukan ilmu pasti. Sekitar 80 persen kapasitas stadion akan tetap untuk pemegang tiket musiman,” jelas Laporta.

Font tidak tinggal diam. Ia menilai kebijakan Laporta justru membuat Barcelona semakin bergantung pada wisatawan dan menyulitkan para anggota klub yang ingin menonton langsung di stadion.

“Pada hari Minggu nanti kita harus memilih: Barcelona yang penuh konflik atau Barcelona yang berkembang. Model ekonomi sekarang terlalu bergantung pada turisme,” ujar Font.

Menurutnya, para anggota klub kini harus mengeluarkan biaya sangat besar hanya untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka.

Perdebatan semakin panas ketika membahas direktur olahraga Deco.

Laporta memuji Deco sebagai sosok penting di balik pembangunan skuad saat ini. Ia bahkan menyebut struktur yang ada di klub sudah berjalan dengan baik.

“Victor Font hanya menyebarkan kebohongan. Dia ingin mengganti Deco dengan tiga orang sekaligus. Itu menunjukkan dia tidak memahami bagaimana klub ini bekerja,” kata Laporta.

Namun Font menyerang balik dengan menyinggung hubungan Deco dengan Alejandro Echevarria, ipar Laporta yang sempat terseret kontroversi politik karena terkait dengan Francisco Franco Foundation.

“Kami tidak bisa memiliki fasis di Barcelona,” ujar Font, merujuk pada kontroversi tersebut.

Janji Haaland hingga Messi

Font juga membuat kejutan dengan mengklaim sedang mengupayakan opsi pembelian untuk striker Erling Haaland jika suatu saat meninggalkan Manchester City.

Namun Laporta langsung membantah keras klaim itu.

“Itu kebohongan besar yang sudah dibantah. Dia bahkan tidak punya rasa malu,” tegas Laporta.

Isu lain yang ikut memanaskan debat adalah masa depan legenda klub Lionel Messi.

Font berjanji akan mencoba membawa Messi kembali ke Barcelona dan bahkan menawarkan posisi presiden kehormatan untuk sang legenda.

“Messi bukan masa lalu. Dia adalah masa kini dan juga masa depan,” kata Font.

Sementara Laporta menegaskan Messi layak mendapat penghormatan besar dari klub, namun Barcelona harus tetap fokus pada masa depan.

“Messi pantas mendapatkan patung. Dia pemain terbaik sepanjang sejarah. Tapi kami tidak akan memanfaatkannya untuk kepentingan politik,” kata Laporta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemilihan presiden Barcelona sendiri akan berlangsung bertepatan dengan laga Barcelona melawan Sevilla FC.

Meski Laporta masih difavoritkan menang, banyak pengamat menilai Font tampil cukup kuat dalam debat dan berhasil memberikan tekanan serius kepada petahana