Pantau Cesc Fabregas, Barcelona Utus Tangan Kanan Joan Laporta ke Como
Raksasa Liga Spanyol (LaLiga), Barcelona, dilaporkan mulai mengambil langkah strategis untuk mencari sosok pelatih masa depan mereka.
Barcelona dikabarkan tengah membidik Cesc Fabregas sebagai target utama untuk menggantikan Hansi Flick pada tahun 2028 mendatang.
Untuk memuluskan rencana tersebut, Barcelona disebut telah mengutus Alejandro Echevarria, yang dikenal sebagai tangan kanan Presiden Joan Laporta.
Utusan khusus ini bertugas untuk menemui Fabregas di markas Como 1907 guna menjajaki kesepakatan awal terkait kursi kepelatihan.
Langkah pendekatan ini mendapat restu penuh dari Direktur Olahraga Deco.
Rumor ini juga secara eksplisit menyingkirkan peluang kembalinya Luis Enrique ke kursi pelatih.
Mantan juru taktik tersebut kabarnya dicoret dari daftar kandidat karena tuntutan gaji yang tinggi serta keengganannya menerima campur tangan eksternal dalam manajemen skuad.
Prestasi Gemilang di Italia
Minat kuat dari klub elite LaLiga ini tidak lepas dari rekam jejak impresif sang pelatih muda.
Mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu sukses membawa Como promosi dari Serie B hingga sukses menembus kualifikasi Liga Champions.
Kesuksesan tersebut diraih berkat kemampuannya memadukan pemain senior seperti Sergi Roberto dengan deretan talenta muda, termasuk mantan pemain Real Madrid, Nico Paz.
Target tahun 2028 dinilai sangat ideal karena bertepatan dengan habisnya masa kontrak Hansi Flick serta tenggat waktu kesepakatan Fabregas di Como.
Mengingat reputasi baiknya setelah meraih berbagai trofi domestik, Flick diprediksi akan diizinkan untuk menyelesaikan kontraknya secara penuh.
Selain faktor prestasi, penunjukan pria berusia 39 tahun itu juga didasari oleh kedekatan historisnya dengan klub.
Sebagai jebolan akademi La Masia yang pernah bermain bersama Lionel Messi, ia dianggap “sudah mengenal seluk-beluk klub”.
Ekspresi Cesc Fabregas dalam laga pekan ke-35 Liga Italia 2025-2026 Como vs Napoli di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Sabtu (2/5/2026).
Prioritas Aspek Manusia di Atas Data
Selain taktik, keberhasilan Fabregas di Italia juga ditopang oleh pendekatan personal yang sangat kuat kepada para pemainnya.
Ia menekankan bahwa hubungan emosional jauh lebih krusial dibandingkan sekadar analisis angka.
"Hal pertama yang kami perhatikan adalah orangnya. Dalam pertemuan pertama saya dengan seorang pemain, saya tidak berbicara tentang sepak bola. Saya hanya berbicara tentang kehidupan pribadi mereka," kata Fabregas.
"Saya ingin mengidentifikasi mentalitas mereka, menjelaskan siapa kami, bagaimana kami melakukan sesuatu, bagaimana kami bekerja. Para pemain dan keluarga mereka lebih penting daripada siapa pun."
"Anda menandai beberapa hal yang jelas tentang budaya tim dan klub, dan setelah itu kita mulai berbicara tentang sepak bola," imbuhnya.
Juru taktik berusia 39 tahun tersebut meyakini bahwa tingkat kepercayaan pelatih memegang peranan kunci dalam performa pemain di lapangan.
"Saya percaya sepenuhnya pada mereka, dan ketika seorang pelatih percaya sepenuhnya pada pemainnya, begini, selalu ada hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan," tegas Cesc Fabregas
"Namun, Anda akan selalu mendapatkan yang terbaik dari pemain tersebut atau berkinerja lebih baik daripada seseorang yang mendatangkan mereka karena mereka memiliki data yang bagus tetapi pelatih tersebut tidak mempercayai atau mengenal pemain tersebut.”
Pendekatan inilah yang membuatnya memiliki kendali penuh atas kebijakan olahraga di klubnya saat ini dan enggan terburu-buru meninggalkan proyek tersebut.
"Yang saya tidak mengerti adalah terkadang klub merekrut pemain tanpa berbicara dengan pelatih atau tanpa pelatih mempelajari dan berbicara dengan pemain tersebut."
"Padahal, pelatihlah yang perlu membuat para pemain ini bermain dan meningkatkan kemampuan mereka,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang