Imbas Kritik Joan Laporta, Xavi Hernandez Dilarang Tampil di Laga Legenda Barcelona

Joan Laporta, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Barcelona, Imbas Kritik Joan Laporta, Xavi Hernandez Dilarang Tampil di Laga Legenda Barcelona

Hubungan Xavi Hernandez dengan klub Liga Spanyol (LaLiga), Barcelona, kian memanas pasca rentetan peristiwa penuh ketegangan.

Situasi ini memuncak dengan langkah klub yang secara sepihak melarang ikon lini tengah mereka tersebut untuk berpartisipasi membela tim Barca Legends.

Keputusan kontroversial ini disinyalir kuat merupakan buntut dari perselisihannya dengan Presiden Klub, Joan Laporta.

Menurut laporan dari jurnalis Javier Miguel di Diario AS, Xavi Hernandez sebenarnya telah mengajukan diri untuk merumput di dua laga ekshibisi terakhir tim legenda, namun ditolak mentah-mentah.

Pemboikotan ini disebut-sebut berkaitan erat dengan sikap vokal sang mantan pelatih dalam masa pemilihan klub, di mana ia secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap manajemen, termasuk menyoroti peran sentral Alejandro Echevarria.

Penolakan terhadap sosok yang level legendarisnya sejajar dengan Andres Iniesta ini tentu menorehkan citra negatif bagi institusi Catalan tersebut.

Meskipun pihak manajemen menganggap larangan ini hanya bersifat sementara, banyak pihak menilai perlakuan terhadap figur yang berjasa besar itu sangatlah tidak pantas.

Terlebih, menjelang pemilihan presiden klub, sebuah wawancara dengan La Vanguardia mengungkap tabir di balik pemecatannya.

“Setelah kepergian saya, saya memutuskan untuk tidak membuat pernyataan apa pun sebagai bentuk penghormatan kepada Barcelona,” ujar Xavi dikutip dari Barca Universal, Kamis (11/6/2026).

orang tahu betapa saya mencintai klub ini; seluruh keluarga saya adalah penggemar Barcelona."

“Tapi saya merasa perlu menjelaskan diri. Saya telah memendam ini dan saya perlu mengklarifikasi semuanya,” tambahnya.

Peran Dominan Alejandro Echevarria

Mantan manajer yang diangkat pada 2021 ini membeberkan bahwa hubungan awalnya dengan petinggi klub sangat harmonis.

Namun, keretakan mulai terjadi akibat intervensi pihak luar yang sangat dipercaya presiden.

Joan Laporta, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Barcelona, Imbas Kritik Joan Laporta, Xavi Hernandez Dilarang Tampil di Laga Legenda Barcelona

Andres Iniesta (kanan) dan Xavi Hernandez (kiri) saat menjuarai Liga Champions pada 2015 di Olympiastadion, Berlin.

“Sebenarnya, saya bergabung dengan Barca berkat dia, tetapi dia akhirnya mengecewakan saya," tegas Xavi Hernandez

"Mengapa? Dia memecat saya sebagai pelatih tanpa mengatakan yang sebenarnya, dipengaruhi oleh seseorang yang saya yakini berada di atas presiden, Alejandro Echevarria."

“Dengan kata lain, Alejandro-lah yang memecat saya sebagai pelatih. Begitulah cara kerja Barça ini, praktis dijalankan oleh Alejandro Echevarria."

“Dia adalah seseorang yang memiliki hubungan persahabatan yang sangat dekat dengan saya."

"Itulah mengapa mungkin kekecewaan terbesar dalam kepergian saya dari Barça adalah padanya. Dia benar-benar mengecewakan saya,” katanya melanjutkan

Kronologi Pemecatan yang Penuh Intrik

Proses perpisahan ini ternyata diwarnai dengan drama tarik-ulur.

Awalnya, ia telah berpamitan, namun manajemen berusaha menahannya sebelum akhirnya mengubah pikiran.

“Pada bulan Januari musim terakhir saya sebagai pelatih, saya memberi tahu mereka bahwa saya tidak akan melanjutkan setelah bulan Juni demi kebaikan klub dan demi kebaikan pribadi saya sendiri,” kenangnya.

“Sejak saat itu, tim terus menang, dan selama dua atau tiga bulan, sampai kami kalah di Liga Champions dari PSG dan di La Liga dari Real Madrid, mereka terus mengatakan kepada saya bahwa saya harus tetap tinggal, mencoba meyakinkan saya.”

“Saya sebenarnya mengadakan pertemuan tatap muka dengan Alejandro karena saya tahu dialah yang membuat semua keputusan, dan saya bertanya kepadanya bagaimana pendapatnya tentang hal itu.”

“Saya berkata, 'Begini, saya ragu karena Anda menyuruh saya untuk melanjutkan, tetapi saya tidak yakin.' Dan dia menjawab ya, mereka sedang mempersiapkan untuk tahun depan, merencanakan, bahwa presiden sudah jelas tentang itu… Dan kemudian terjadilah eliminasi melawan PSG….”

“Pada saat itu, Alejandro menelepon saya, saya ingat karena saya sedang pulang sekolah bersama anak-anak, dan mengatakan bahwa kami harus bertemu, bahwa mereka telah mengadakan rapat dewan dan sebagian besar dari mereka tidak yakin tentang kelanjutan saya.”

“Alejandro menyuruhku datang ke tempat latihan, dan aku bilang padanya tidak masalah, aku sudah bilang akan pergi dan tidak perlu melanjutkan,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang