Barcelona Dituduh Beli Gelar LaLiga, Rafa Yuste Ancam Laporkan Real Madrid

Florentino Perez, Barcelona, Real Madrid, LaLiga, Jose Maria Enriquez Negreira, Barcelona Dituduh Beli Gelar LaLiga, Rafa Yuste Ancam Laporkan Real Madrid

Presiden sementara Barcelona, Rafael Yuste atau Rafa Yuste, melontarkan kecaman keras terhadap rival abadi mereka di Liga Spanyol (LaLiga), Real Madrid.

Dalam pertemuan Senat klub pada Selasa (9/6/2026), Yuste secara tegas menyatakan bahwa pihak Blaugrana telah menyiapkan langkah hukum.

Hal tersebut dilakukan untuk untuk membalas tuduhan tidak berdasar yang dilontarkan oleh Florentino Perez terkait keterlibatan Barcelona dalam skandal Negreira.

Perseteruan ini memuncak setelah presiden Real Madrid tersebut secara terbuka mengaitkan kesuksesan Barcelona di ajang LaLiga dengan sosok Jose Maria Enriquez Negreira.

Merespons hal tersebut, Rafa Yuste menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas fitnah yang merusak reputasi klub Barcelona.

Kinerja Tim dan Strategi Transfer

Sebelum menyinggung masalah hukum, Yuste sempat memaparkan keberhasilan tim asuhan Hansi Flick yang tampil impresif sepanjang musim.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada direktur olahraga Deco dan Bojan Krkic yang dinilai sukses membangun fondasi skuad yang solid.

“Kami telah menjalani musim yang spektakuler, memainkan sepak bola yang hebat, dan kami memenangkan setiap pertandingan kandang,” katanya dikutip Marca.

"La Masia adalah jantung dari institusi ini, itulah sebabnya kami memiliki delapan pemain yang dipanggil ke tim nasional Spanyol."

“Memenangkan gelar liga dan piala bukanlah hal mudah, jadi saya ingin berterima kasih kepada Hansi Flick, stafnya, dan para spesialis rehabilitasi."

"Saya juga ingin berterima kasih kepada Deco dan Bojan karena mereka telah melakukan sesuatu yang sangat sulit: membangun tulang punggung tim."

"Tim ini solid dan akan membawa banyak kegembiraan bagi kita,” ungkao Rafa Yuste melanjutkan.

Florentino Perez, Barcelona, Real Madrid, LaLiga, Jose Maria Enriquez Negreira, Barcelona Dituduh Beli Gelar LaLiga, Rafa Yuste Ancam Laporkan Real Madrid

Pemain baru Barcelona, Anthony Gordon, yang didatangkan dari Newcastle United.

Terkait bursa transfer, Yuste mengonfirmasi kedatangan Anthony Gordon sebagai pemain serbaguna untuk memperkuat komposisi tim.

Dirinya pun memberi isyarat bahwa manajemen masih terus bergerak mencari pemain baru.

“Kami telah merekrut Gordon, yang sangat serbaguna. Flick menyukai pemain yang melakukan pressing seperti Raphinha. Anthony sangat rendah hati," tegas Rafa Yuste.

"Mungkin bukan hari ini, tetapi antara sekarang dan akhir musim, Anda pasti akan mendengar tentang beberapa tambahan baru yang sedang dilakukan Deco dan Bojan."

Ancaman Hukum untuk Real Madrid

Ketegangan mencapai puncaknya saat Yuste menanggapi klaim Florentino Perez mengenai kasus Negreira yang mencoreng citra Liga Spanyol.

Ia menilai narasi tersebut adalah bentuk keputusasaan pihak lawan karena tidak mampu membendung dominasi Blaugrana.

“Mereka tidak bisa menerima semua gelar itu dari jarak 600 km. Ada perbedaan antara rasa iri dan amarah,” jelasnya.

“Saya sudah memberi tahu Anda ketika presiden Real Madrid, dalam konferensi pers yang memalukan, yang menurut saya sangat memalukan, menuduh kami membeli liga, memenangkannya berkat wasit seolah-olah hakim garis yang mencetak gol."

"Dia mengatakan hal-hal seperti Negreira… Apakah Anda benar-benar berpikir semua gelar seperti itu? Masalahnya adalah, orang ini tidak bisa menerima apa yang kami lakukan.”

Yuste pun memastikan bahwa departemen hukum klub telah memfinalisasi berkas untuk menyeret pihak terkait ke meja hijau.

“Departemen hukum kami telah menyiapkan tindakan hukum yang akan kami ambil terhadap Real Madrid dan presiden mereka," ujar Rafa Yuste

"Dia telah menggunakan fitnah untuk menggoyahkan kami. Kami akan bertemu di pengadilan. Tidak seorang pun akan mencemarkan nama Barca, lambang ini."

"Kami akan menjaganya. Kami akan mengejar mereka karena kami memiliki keunggulan."

"Apakah Anda benar-benar berpikir mereka dapat mengancam kami dengan mengatakan bahwa mereka telah mengirimkan 500 halaman? Anda akan lihat,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang