Polda Jabar Gelar Operasi Ketupat Lodaya 13–25 Maret 2026, Siaga Hadapi Pergerakan 30 Juta Orang
Kepolisian Daerah Jawa Barat mematangkan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang akan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi ini digelar untuk mengamankan rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa operasi kepolisian terpusat tersebut tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas saat mudik dan arus balik Lebaran.
Menurutnya, operasi ini juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terpadu kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar pada Selasa (10/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai instansi terkait mematangkan strategi pengamanan guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
"Pengamanan tidak hanya difokuskan pada orang yang bergerak, tetapi juga pada rumah dan harta benda yang ditinggalkan. Keberhasilan operasi ini akan terasa ketika masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat dilayani dengan cepat oleh petugas di lapangan," tegas Kapolda Jabar dikutip dari Tribrata.
Mengapa Operasi Ketupat Lodaya 2026 Digelar?
Operasi Ketupat Lodaya merupakan agenda rutin kepolisian setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Operasi ini bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan selama periode mudik.
Di Jawa Barat, pergerakan masyarakat selama Lebaran diperkirakan sangat tinggi. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi, sekitar 21,52 persen pemudik nasional atau sekitar 30,97 juta orang berasal dari wilayah Jawa Barat.
Selain itu, jumlah pemudik yang diperkirakan masuk ke Jawa Barat juga cukup besar, yakni sekitar 15,90 persen dari total pemudik nasional atau setara dengan 25,09 juta orang.
Besarnya mobilitas tersebut membuat pengamanan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada jalur transportasi, tetapi juga di kawasan permukiman hingga pusat aktivitas masyarakat.
Berapa Jumlah Personel yang Dikerahkan?
Untuk mendukung kelancaran operasi, Polda Jawa Barat mengerahkan total 26.692 personel gabungan. Kekuatan tersebut terdiri dari berbagai unsur, baik dari kepolisian maupun instansi pendukung lainnya.
Rinciannya meliputi:
- 15.097 personel dari Polri
- 11.595 personel dari TNI serta instansi terkait lainnya
Seluruh personel tersebut akan disebar di berbagai titik strategis guna memastikan keamanan masyarakat selama masa mudik dan perayaan Lebaran.
Di Mana Saja Pos Pengamanan Akan Didirikan?
Dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, aparat keamanan juga menyiapkan ratusan pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.
Total terdapat 332 titik pos yang akan beroperasi selama masa pengamanan. Pos tersebut terdiri dari beberapa kategori, yaitu:
- 227 pos pengamanan untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah
- 79 pos pelayanan yang memberikan bantuan serta informasi kepada pemudik
- 26 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas instansi
Pos-pos tersebut akan ditempatkan di lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, seperti jalur tol, jalur arteri utama, terminal, stasiun kereta api, bandara, serta kawasan rest area.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons petugas apabila terjadi gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, maupun kondisi darurat lainnya.
Apa Fokus Pengamanan Selama Operasi?
Selain mengatur kelancaran arus lalu lintas, Polda Jawa Barat juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan lingkungan permukiman yang ditinggalkan masyarakat selama mudik.
Petugas kepolisian akan meningkatkan patroli di kawasan perumahan guna mencegah potensi tindak kriminalitas seperti pencurian rumah kosong.
Kapolda Jawa Barat menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas di jalan raya.
Menurutnya, ukuran utama keberhasilan operasi adalah kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait, diharapkan rangkaian perayaan Idul Fitri di Jawa Barat dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif.
Dengan persiapan yang matang tersebut, Polda Jawa Barat berkomitmen memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang berlangsung selama 13 hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang