Presiden Venezuela Maduro Aktifkan Komando Pertahanan Nasional, Siaga Satu Hadapi AS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menandatangani undang-undang Komando Pertahanan Dalam Negeri Komprehensif pada hari Selasa, 11 Nombember 2025, menandai langkah signifikan menuju konsolidasi institusi militer dan sipil di bawah satu struktur komando, merespons ancaman dari Amerika Serikat.
Menurut siaran VTV, Maduro menandatangani undang-undang tersebut dan menyatakan bahwa
"Mulai saat ini, dengan ditandatanganinya undang-undang ini, seluruh Komando Pertahanan Komprehensif — yang mencakup seluruh lembaga publik, militer, dan kekuatan rakyat Venezuela — harus diaktifkan saat fajar," kata Maduro
VIVA Militer: Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro
Undang-undang tersebut mengamanatkan pengaktifan komando pertahanan yang menyatukan angkatan bersenjata, kepolisian, dan kekuatan rakyat negara. Maduro menekankan perlunya langkah ini pada dini hari, dengan alasan perlunya melindungi bangsa dari ancaman internal maupun eksternal.
"Jika kita sebagai sebuah republik, sebagai sebuah rakyat, harus terjun ke dalam perjuangan bersenjata untuk mempertahankan warisan suci para pembebas ini, kita harus siap untuk menang, untuk berjaya melalui patriotisme dan keberanian," tegas Maduro.
Undang-undang ini dirancang untuk mengatur mekanisme respons negara berdasarkan prinsip “pertahanan komprehensif”, yang memperkuat kemampuan Venezuela untuk merespons dengan cepat setiap agresi di tengah ancaman militer AS di Karibia.
Awal bulan ini, Maduro menyetujui usulan partai berkuasa untuk memulai perlawanan bersenjata bila AS melancarkan serangan, di tengah meningkatnya kehadiran angkatan laut AS di Karibia dengan alasan memerangi perdagangan narkoba.
Skenario Militer
Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengatakan pada hari Selasa bahwa angkatan bersenjata negara itu sedang mempelajari "berbagai skenario militer" sebagai tanggapan atas apa yang ia gambarkan sebagai meningkatnya ancaman militer AS di Karibia, memperingatkan bahwa situasi tersebut tidak hanya memengaruhi Venezuela tetapi juga "seluruh Amerika Latin."
Dalam pidato publiknya, Padrino López menyatakan bahwa negara nasional, angkatan bersenjata, milisi Bolivarian, kepolisian, dinas keamanan, dan struktur pertahanan sipil bersama-sama bersiap untuk menghadapi "kemungkinan tindakan agresi dari imperialisme AS jika saatnya tiba."
Ia mencatat bahwa latihan militer baru-baru ini mencakup latihan komando, kendali, dan komunikasi, yang melibatkan komando pertahanan regional dan nasional. Menurut menteri tersebut, Venezuela sedang mengoordinasikan sistem yang mengintegrasikan pertahanan bersenjata dengan langkah-langkah untuk melindungi ekonomi, rantai pasokan, dan produksi internal jika terjadi konflik.
Padrino López mengatakan bahwa sekitar 200.000 tentara telah dikerahkan di seluruh negeri dalam operasi pelatihan yang sedang berlangsung.