Masuk Musim Dingin, MER-C Bakal Bagikan Ribuan Paket Bantuan ke Gaza Palestina

Warga Gaza berjalan di tengah puing reruntuhan bangunan saat gencatan senjata
Warga Gaza berjalan di tengah puing reruntuhan bangunan saat gencatan senjata

Tim medis darurat (EMT) MER-C ke-10 mempersiapkan ribuan paket bantuan musim dingin, yang akan dibagikan kepada masyarakat Gaza di Palestina.

Relawan dr. spesialis kulit Nico Ghanda, dr. spesialis anastesi Anthon Vermana Ritonga dan perawat Nadia Rosi bersama relawan lokal MER-C, mengaku bahwa pihaknya tengah melakukan koordinasi dan perisiapan.

"Insya Allah kita akan menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita di Gaza karena memang saat ini sudah mulai memasuki musim dingin," kata Anthon dalam keterangannya, Minggu, 23 Oktober 2025.

MER-C konferensi pers terkait penyerangan Dompet Dhuafa

Sementara itu, Nico meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, agar segala upaya yang dilakukan termasuk pendistribusian bantuan kemanusiaan, berjalan lancar.

"MER-C sebagai salah satu organisasi kemanusiaan yang berkesempatan masuk ke Jalur Gaza, berupaya melakukan sedikit ikhtiar untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza yang membutuhkan," kata Nico.

Penyaluran paket bantuan MER-C terdiri dari 500 jaket anak, 500 jaket dewasa, 500 selimut, dan 100 tenda. Disebutkan bahwa bantuan tersebut dibagikan sebagai respons terhadap kondisi Gaza yang semakin memprihatinkan di tengah musim dingin.

Hujan deras yang melanda Gaza telah menyebabkan sejumlah lokasi pengungsian kebanjiran dan tenda-tenda roboh.

Situasi itu semakin sulit akibat blokade yang diberlakukan Zionis Israel yang hingga kini membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Diketahui, MER-C merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis dan memiliki tujuan untuk memberikan pelayanan medis bagi korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri.