BMKG Ungkap Lampung Masuk Puncak Musim Hujan di Januari-Februari 2026

Lampung, cuaca ekstrem, puncak musim hujan, BMKG Ungkap Lampung Masuk Puncak Musim Hujan di Januari-Februari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengungkap, Lampung memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026. 

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Meteorologi Radin Inten II Lampung, Rudi Harianto,  mengatakan bahwa awal tahun Januari hingga Februari merupakan puncak musim penghujan.

"Saat ini wilayah Lampung masih musim penghujan, di akhir bulan Januari ini diperkirakan masih banyak hujan dan potensi cuaca ekstrem," kata Rudi Harianto, Jumat (23/1/2026), dilansir dari Tribun

Senada, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Tarjono, mengatakan bahwa Lampung berada di puncak musim hujan pada Januari sampai Februari.

Dalam puncak musim hujan ini, karakteristik hujan akan berlangsung lama meski tidak besar. 

"Terpantau bibit siklon tropis selatan Jawa Timur itu cukup memengaruhi cuaca di sekitar kita di Lampung," ujar Tarjono. 

BMKG pun mengimbau agar warga Lampung waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Potensi cuaca ekstrem pada puncak musim hujan 

Menurut BMKG, pada puncak musim hujan, ada beberapa potensi cuaca ekstrem yang harus diwaspadai. 

Pertama adalah adanya potensi bencana banjir. Untuk itu BMKG mengimbau agar masyarakat bersiap mencegah banjir dengan salah satunya membersihkan saluran air.

Kemudian, pastikan juga warga memiliki tempat evakuasi yang aman dari ancaman bencana banjir. 

Di puncak musim hujan, ada ancaman bencana lain, yaitu tanah longsor.

Sehingga BMKG mengimbau agar warga berhati-hati dan menghindari area rawan longsor terutama saat hujan turun dengan lebat.

"Ada juga angin kencang, maka dipastikan masyarakat mengamankan benda-benda yang dapat terbawa angin kencang," kata Rudi. 

Rudi mengatakan, masyarakat juga harus mewaspadai adanya petir dan diharapkan menghindari berada di area terbuka saat terjadi hujan petir.

Masyarakat harus tetap waspada dan terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG atau media sosial resmi BMKG. 

Prospek cuaca 23–25 Januari 2026

Dilansir dari laman resminya, BMKG mengungkap bahwa cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Awas (Hujan sangat lebat–hujan ekstrem): Banten, dan DK Jakarta.

Angin kencang: Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang