Top 6+ Wilayah Indonesia yang Masuk Puncak Musim Hujan Januari 2026, Mana Saja?
Sebagian wilayah Indonesia diprediksi memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan, puncak musim hujan mulai bulan depan akan terjadi di enam wilayah, baik di Sumatera, Jawa hingga Papua.
Informasi ini penting diketahui masyarakat agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, serta menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi cuaca.
6 Wilayah Indonesia yang Masuk Puncak Musim Hujan Januari 2026
Saat konferensi pers daring bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (29/12/2025), Faisal menjelaskan bahwa wilayah Indonesia sedang mengalami kondisi La Nina lemah hingga awal tahun 2026.
Kondisi ini ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih rendah di Samudra Pasifik dan Hindia dibanding wilayah Indonesia yang lebih hangat.
Hal tersebut membuat massa udara mengalir menuju wilayah Indonesia sehingga membentuk awan-awan tinggi atau deep convection yang menyebabkan wilayah Indonesia dilanda hujan cukup lebat dalam beberapa bulan terakhir.
“Ini adalah kondisi dari anomali suhu muka air laut di perairan Indonesia yang menyebabkan kita menjadi steam engine atau tungku terbentuknya awan-awan tinggi,” ujar Faisal dikutip dari kanal YouTube BNPB.
Setelah memaparkan kondisi musim terkini, Faisal memaparkan daftar wilayah yang masuk puncak musim hujan pada Januari 2026, yakni:
- Sumatera bagian selatan
- Seluruh Pulau Jawa
- Bali
- Nusa Tenggara
- Papua bagian selatan
- Sebagian Sulawesi Selatan.
Faisal menambahkan, ada dua wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan sangat tinggi lebih dari 500 mm per bulan pada Februari 2026, yakni Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.
Sementara itu, satu-satunya wilayah yang masih mengalami curah hujan tinggi pada Maret 2026 adalah Jawa Tengah.
Kendati demikian, beberapa wilayah di Sumatera, yakni pesisir timur Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan sebagian Jambi akan masuk musim kemarau pada awal 2026.
Hal tersebut terjadi karena wilayah yang berada di ekuator akan mengalami dua kali musim hujan dan kemarau dalam satu tahun.
“Kita sudah harus mewaspadai terkait dengan kebakaran hutan dan lahan di sebagian wilayah Sumatera di bagian tengah dan utara,” jelas Faisal.
Curah Hujan Tahunan Indonesia 2026
Sebelum konferensi pers virtual bersama BNPB, Faisal menjelaskan bahwa 94,7 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan tahunan dengan sifat normal pada 2026.
Artinya, sebagian besar wilayah Indonesia akan diguyur hujan berintensitas 1.500–4.000 mm per tahun, sementara 5,1 persen wilayah lainnya diprediksi berada pada kategori atas normal.
Suhu udara rata-rata tahunan pada 2026 diprediksi berkisar antara 25—29 derajat Celsius dengan beberapa wilayah yang diperkirakan mengalami suhu udara tahunan lebih dari 28 derajat Celsius.
Di antaranya, sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Tengah, pesisir utara Jawa, dan sebagian Papua Selatan.
Sementara itu, Bukit Barisan Sumatra, Pegunungan Latimojong Sulawesi, dan Pegunungan Jaya Wijaya Papua yang termasuk wilayah dataran tinggi diprediksi memiliki suhu udara tahunan yang lebih rendah pada kisaran 19-22 derajat Celsius.
“Secara bulanan, anomali suhu udara di Indonesia pada tahun 2026 berkisar antara -0,5 — +0,3 derajat Celsius dengan anomali terendah diprediksi terjadi pada Mei dan anomali tertinggi terjadi pada Juli 2026,” jelas Faisal dikutip dari laman resmi BMKG, Rabu (24/12/2025).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang