Masuk Cibodas Jabar Kini Berbayar, Pedagang Resah
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan kembali tiket masuk atau retribusi ke kawasan wisata Cibodas. Tiket masuk dibanderol sebesar Rp7.000 per orang mulai 14 Mei 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cianjur Yudha Azhar di mengatakan uji coba telah dilakukan pada Maret 2026. Hal itu dilakukan sekaligus sebagai bentuk sosialisasi setelah dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan berbagai kalangan termasuk DPRD Cianjur.
"Berdasarkan RDP terbaru retribusi kawasan wisata Cibodas mulai diterapkan, di mana hanya dikenakan per orang, untuk kendaraan tidak ditarik retribusi alias gratis, sedangkan petugas tiket langsung dari Disparbud Cianjur," katanya. di Cianjur, Jabar, Jumat, 15 Mei 2026.
Dia memastikan tidak ada penarikan tarif parkir di dalam kawasan wisata Cibodas. Wisatawan atau pemilik kendaraan dapat melapor ketika mendapati oknum yang menarik biaya parkir atau biaya lainnya guna dilakukan penindakan.
Lebih lanjut petugas tiket, tutur dia, tidak menggunakan pihak ketiga, namun langsung dari dinas. Sehingga retribusi yang didapat setiap harinya langsung masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD), yang mana pihaknya ditargetkan sebesar Rp2,4 miliar.
Meski sejak jauh hari Pemkab Cianjur berencana menerapkan satu tiket termasuk ke obyek wisata yang ada di kawasan Cibodas, namun belum ada kesepakatan, sehingga penerapan tiket hanya berlaku untuk masuk kawasan wisata Cibodas tidak termasuk obyek wisata di dalamnya.
"Kami tetap menjalin komunikasi dengan harapan dapat diterapkan satu tiket termasuk ke berbagai obyek wisata yang ada di dalam kawasan Cibodas," katanya.
Bahkan, pihaknya tetap membuka komunikasi dengan berbagai pihak termasuk masyarakat sekitar khususnya pedagang yang merasa keberatan dengan kembali diterapkannya retribusi di pintu masuk kawasan wisata Cibodas.
Sementara, sebagian besar pedagang di kawasan tersebut, merasa khawatir tingkat kunjungan akan kembali menurun seiring diterapkannya retribusi di pintu masuk yang selama ini menjadi penyebab sepinya wisatawan, yang datang setiap hari dan akhir pekan.
"Kami berharap dengan diterapkannya retribusi angka kunjungan tetap tinggi, karena selama ini banyak pedagang gulung tikar karena sepinya wisatawan, sebagian besar dari mereka mengeluh banyaknya tiket yang harus dibayar," kata pedagang, Acep. (Ant)