Tertinggi di Indonesia, Ini Daftar Wilayah dengan Pemain Judi Online Terbanyak di Jabar
Jawa Barat kembali mencatat posisi teratas sebagai provinsi dengan aktivitas transaksi dan jumlah pemain judi online tertinggi di Indonesia, berdasarkan rilis terbaru Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Dalam laporan tersebut, PPATK menunjukkan bahwa sepanjang 2024, volume transaksi judi online dari wilayah Jabar melonjak signifikan dan berada jauh di atas provinsi lainnya.
Afra Azzahra dari Direktorat Analisis dan Pemeriksaan II PPATK menjelaskan bahwa hingga 2025, Jabar masih menempati peringkat pertama dengan total 44 juta frekuensi transaksi. Jumlah ini hampir dua kali lipat dibanding Jawa Tengah yang mencatat 21 juta transaksi pada periode yang sama.
“Kami mencatat ada sejumlah kota/kabupaten sampai kecamatan yang pemain judolnya paling tinggi. Kecamatan terbanyak pemain judol ada di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang mencapai 23.975 orang,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (14/11/2025).
Daftar kecamatan dengan jumlah pemain tertinggi di Jabar didominasi kawasan suburban dan perkotaan:
- Tambun Selatan, Bekasi: 23.975 orang
- Cimanggis, Depok: 18.845 orang
- Cibinong, Bogor: 18.497 orang
- Bekasi Utara: 16.422 orang
- Pancoran Mas, Depok: 16.418 orang
- Sukmajaya, Depok: 15.813 orang
- Gunung Putri, Bogor: 14.872 orang
- Bekasi Timur: 14.846 orang
- Bekasi Barat: 14.646 orang
- Baleendah, Kabupaten Bandung: 14.539 orang
Secara keseluruhan, Jawa Barat memiliki sekitar 2,6 juta pemain judi online, dengan total nilai deposit mencapai Rp 5,9 triliun.
Kabupaten Bogor berada di posisi teratas sebagai daerah dengan jumlah pemain paling banyak, mencapai 321.589 orang. Disusul wilayah lain sebagai berikut:
- Kabupaten Bogor: 321.589
- Kabupaten Bandung: 182.450
- Kabupaten Karawang: 176.808
- Kabupaten Sukabumi: 171.429
- Kabupaten Bekasi: 168.316
- Kota Bandung: 151.366
- Kabupaten Cianjur: 140.127
- Kabupaten Garut: 133.801
- Kota Bekasi: 125.243
- Kabupaten Tasikmalaya: 101.697
“Angka-angka ini per 2025 sebenarnya sudah menurun karena pada tahun lalu banyak laporan dari masyarakat yang kemudian dilakukan tindakan dan pemberantasan,” ujar Afra.
Lonjakan aktivitas judi online ini turut memicu kekhawatiran karena dinilai dapat memicu pelakunya melakukan tindak kriminal untuk mendapatkan uang.
Salah satu kasus yang mencuat terjadi di Jalan Sukamulya, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Seorang penjaga konter ponsel menjadi korban pembunuhan oleh pelaku yang membutuhkan uang untuk membayar utang sekaligus bermain judi online.
“Pelaku sempat berhasil mengambil uang senilai Rp 22,8 juta beserta sejumlah barang-barang termasuk handphone yang ada di konter, dan voucher kuota berbagai provider. Uang yang diambil tersangka ini digunakannya untuk membeli hp dan bermain judi online, membayar utang, dan memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono.
Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul 2,6 Juta Warga Jabar Mainkan Deposit Judol Sampai Rp 5,9 triliun: Bandung dan Bogor Teratas
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.