Buntut Kekalahan 5-2 Chelsea, Pedro Neto Klarifikasi Insiden Dorong Anak Gawang PSG

Paris Saint-Germain, Pedro Neto, Chelsea, wasit, UEFA Champions League, Buntut Kekalahan 5-2 Chelsea, Pedro Neto Klarifikasi Insiden Dorong Anak Gawang PSG

Pemain sayap Chelsea, Pedro Neto, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka usai terlibat insiden dengan seorang anak bola dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025-2026.

Insiden tersebut terjadi di penghujung laga saat The Blues menelan kekalahan telak 5-2 dari tuan rumah Paris Saint-Germain di Stadion Parc des Princes, Rabu (11/3/2026).

Aksi impulsif Pedro Neto dipicu oleh tensi tinggi pertandingan saat timnya berusaha mengejar ketertinggalan.

Pemain asal Portugal tersebut tampak mendorong petugas pemungut bola di pinggir lapangan hingga terjatuh menabrak papan iklan, sebuah momen yang sempat memicu kericuhan antar pemain di lapangan.

Insiden bermula pada masa tambahan waktu babak kedua ketika bola keluar di sisi kanan lapangan.

Saat itu, Chelsea sedang tertinggal 4-2 dan berupaya mempercepat tempo permainan.

Namun, ketika Neto bergegas mengambil bola di dekat bangku cadangan, sang anak bola tampak ragu untuk segera melepaskannya.

Reaksi cepat Neto yang mendorong dada anak tersebut membuat situasi memanas.

Para pemain PSG segera bergerak melerai sekaligus memprotes tindakan sang penyerang.

Rekan setimnya, Reece James, serta pemain lawan seperti Marquinhos dan Enzo Fernandez sempat terlibat konfrontasi fisik sebelum wasit Alejandro Hernandez berhasil memulihkan ketertiban.

Meski sempat ditinjau melalui teknologi VAR, pemain internasional Portugal tersebut lolos dari hukuman kartu merah maupun kartu kuning.

Setelah pertandingan berakhir, ia segera menemui korbannya untuk memberikan klarifikasi dan menunjukkan penyesalannya.

Penyesalan Mendalam dan Permohonan Maaf

Berbicara kepada TNT Sports usai pertandingan UEFA Champions League tersebut, Neto mengaku sangat menyesali perbuatannya yang didasari oleh luapan emosi sesaat.

Ia menegaskan telah berbicara langsung dengan anak tersebut untuk menyelesaikan kesalahpahaman.

"Saya ingin meminta maaf kepada anak gawang. Saya sudah berbicara dengannya. Karena emosi pertandingan, kami tertinggal dan saya ingin mengambil bola," ujar Pedro Neto.

"Dia menguasai bola dan saya sedikit mendorongnya. Saya melihat bahwa saya menyakitinya saat itu juga dan saya langsung meminta maaf. Saya juga memberikan baju saya kepadanya," tambahnya.

Neto menekankan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan kepribadiannya yang asli.

"Itu tidak bisa terjadi dan saya benar-benar, benar-benar menyesalinya. Saya hanya ingin mengatakan sekali lagi bahwa saya benar-benar minta maaf kepadanya," lanjutnya.

Fokus Menuju Leg Kedua

Meski sempat terjadi ketegangan, Neto mengungkapkan bahwa sang anak gawang telah menerima permintaan maafnya dengan baik.

Bahkan, keduanya sempat terlihat berbincang santai di akhir acara.

"Dia datang menemui saya di akhir acara dan bahkan tertawa karena senang saya memberinya kemeja itu. Saya sudah meminta maaf sekitar 35 kali. Saya benar-benar menyesal tentang itu dan situasi tersebut," ungkapnya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang