FA Resmi Jatuhkan Sanksi 4 Tahun ke Penyerang Chelsea yang Sudah Lama Menghilang
The Football Association (FA) resmi menjatuhkan larangan bermain selama empat tahun kepada Mykhailo Mudryk.
Penyerang Chelsea itu terbukti menggunakan zat terlarang setelah hasil tes doping menunjukkan adanya meldonium.
Kasus ini bermula pada Desember 2024, setelah Mudryk menjalani laga bersama Timnas Ukraina pada jeda internasional November.
Zat tersebut diduga masuk ke dalam tubuhnya melalui suntikan sel punca oleh fisioterapis tim nasional.
Sejak saat itu, Mudryk sudah menjalani skors sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
Keputusan terbaru dari FA memastikan ia harus absen dalam jangka panjang dari seluruh kompetisi resmi.
Banding ke CAS dan Harapan Pengurangan Hukuman
Setelah sanksi diumumkan, Mudryk langsung mengambil langkah hukum dengan mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport.
Ia berharap hukuman tersebut dapat dikurangi sehingga bisa kembali bermain lebih cepat.
Dalam proses ini, Mudryk mendapat pendampingan dari Morgan Sports Law, firma hukum olahraga.
Gelandang Brentford, Shandon Baptiste (kiri) saat berduel dengan pemain Chelsea, Mykhailo Mudryk, dalam lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge pada 26 April 2023. Terkini, wajah Mudryk terkena laser dalam pertandingan Arsenal vs Chelsea pada Rabu (3/5/2023). (Foto oleh Adrian DENNIS / AFP)
Lembaga ini sebelumnya menangani kasus Paul Pogba, saat sanksinya dikurangi dari empat tahun menjadi 18 bulan.
Situasi tersebut memberi harapan bagi Mudryk untuk mendapatkan keputusan serupa.
Apalagi, Mudryk sudah menjalani masa hukuman sejak akhir 2024.
Dampak Finansial bagi Klub dan Transfer
Di balik sanksi tersebut, Chelsea mendapat dampak finansial tertentu terkait transfer Mudryk dari Shakhtar Donetsk pada Januari 2023.
Transfer itu bernilai total 100 juta euro, terdiri dari biaya utama dan bonus performa.
Rinciannya 70 juta euro (Rp1,4 triliun) untuk biaya transfernya dan 30 juta euro (Rp608 miliar) untuk bonus.
Karena Mudryk tidak bisa tampil akibat sanksi, Chelsea tidak memiliki kewajiban membayar bonus tambahan sebesar 30 juta euro.
Bonus tersebut berkaitan dengan kontribusi pemain dalam pencapaian tim.
Situasi ini membuat pihak Shakhtar merasa dirugikan.
"Kami memiliki bonus sebesar 30 juta euro dalam kontraknya. Jika dia tidak bermain, atau Chelsea tidak meraih hasil yang baik, kami akan kehilangan 30 juta euro," ucap petinggi klub.
"Itu dampak finansial yang besar bagi kami. Semua orang percaya bahwa Mudryk akan kembali bermain. Jika tidak, kami akan berada dalam posisi kehilangan 30 juta euro," lanjutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang