Fakta Mengenaskan Chelsea Usai Dibantai Brighton
Performa Chelsea makin terpuruk setelah dipermalukan Brighton & Hove Albion dengan skor telak 0-3, Selasa malam. Kekalahan ini bukan sekadar hasil buruk biasa, melainkan memperpanjang catatan kelam The Blues yang kini gagal menang dan gagal mencetak gol dalam lima laga terakhir di Premier League.
Catatan tersebut menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah klub. Chelsea untuk pertama kalinya sejak 1912 kembali mengalami lima pertandingan beruntun tanpa mencetak gol—sebuah rekor yang mencoreng nama besar klub London tersebut.
Situasi ini makin memperparah posisi mereka di klasemen. The Blues kini tercecer ke peringkat ketujuh dan berpotensi terus melorot jika tim-tim pesaing di bawah mampu meraih poin penuh.
Mantan bek Chelsea, Gary Cahill, tak menahan kritik. Ia menilai para pemain harus bertanggung jawab penuh atas keterpurukan tim.
“Saya sudah bilang sebelumnya ini adalah pertandingan besar yang harus dimenangkan, tetapi mereka benar-benar kalah segalanya. Tidak ada hal positif yang bisa diambil dari pertandingan itu.”
Cahill juga menyoroti minimnya mental bertanding para pemain, bahkan menyebut mereka seperti menyerah di akhir laga. Ia turut menyampaikan simpati kepada pelatih Liam Rosenior, yang dinilai tidak mendapat dukungan maksimal dari skuadnya.
“Saya cukup kasihan dengan Liam, saya merasa para pemain mengecewakannya, tetapi ada banyak statistik buruk tentang Chelsea dan masa sulit ada di depan.”
Menurut Cahill, penampilan Chelsea sangat mengkhawatirkan, terutama dalam 20 menit terakhir pertandingan.
“Dalam 20 menit terakhir, mereka seperti menerima nasib. Mereka kalah dalam setiap duel dan benar-benar jauh tertinggal malam ini.”
“Melihat kurangnya usaha seperti itu tidak bisa dibenarkan. Terutama di 20 menit terakhir, saya melihat mereka seperti sudah menyerah. Mereka menerima kekalahan dan itu adalah hal terburuk.”
Kritik serupa juga dilontarkan mantan pemain Chelsea lainnya, Steve Sidwell. Ia menegaskan fans tidak akan mentolerir performa seperti ini dan menuntut kerja keras lebih dari para pemain.
“Fans Chelsea tidak akan menerima penampilan seperti itu. Ketika berada dalam tekanan, satu-satunya cara untuk keluar adalah bekerja keras dan berjuang habis-habisan.”
Sidwell juga menepis alasan badai cedera sebagai pembenaran. Ia menilai pemain pelapis gagal memanfaatkan kesempatan.
“Kalian bisa membahas analisis, taktik, dan data sampai kapan pun, tetapi pada akhirnya harus bekerja keras di lapangan. Itu satu-satunya cara bagi tim ini untuk keluar dari situasi ini.”
“Memang ada pemain cedera dan beberapa pemain penting absen, tetapi itu harus diterima. Pemain yang mendapat kesempatan harus tampil maksimal, dan tidak satu pun dari mereka yang melakukannya malam ini.”
Kini, tekanan terhadap Rosenior kian memuncak. Laga semifinal Piala FA di akhir pekan akan menjadi titik penentuan—apakah Chelsea mampu bangkit, atau justru semakin tenggelam dalam periode terburuknya.