Jose Mourinho Balik ke Real Madrid, Thibaut Courtois Kenang Momen Dicadangkan di Chelsea
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, mengenang pengalamannya bersama Jose Mourinho setelah pelatih asal Portugal itu resmi kembali menangani Los Blancos pada Kamis 11 Juni 2026.
Kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu terjadi 13 tahun setelah periode pertamanya bersama Los Blancos berakhir. Meski tidak ada lagi pemain Real Madrid yang pernah dilatih Mourinho pada periode tersebut, Courtois memiliki pengalaman bekerja sama dengannya saat membela Chelsea.
Courtois mengungkap salah satu momen yang paling diingatnya saat masih bekerja di bawah arahan Mourinho di Chelsea, yakni ketika dirinya dicadangkan.
Jose Mourinho
Dikutip dari Diario AS, Courtois mengaku hubungannya dengan Mourinho tidak selalu berjalan mulus. Namun, ia menilai pelatih berjuluk The Special One itu memiliki cara tersendiri untuk memacu performa para pemainnya.
“Kami juga sesekali berselisih. Misalnya, dia mendudukkan saya di bangku cadangan saat melawan Everton karena saya telah mengirimkan dua umpan silang dari sayap pada pertandingan sebelumnya melawan Aston Villa. Itu adalah caranya untuk memprovokasi saya,” kata Courtois.
Menurut Courtois, keputusan tersebut justru memberikan efek positif. Ia kembali dimainkan pada pertandingan berikutnya melawan West Ham United dan mampu menunjukkan performa yang lebih baik dengan sejumlah penyelamatan penting.
“Minggu berikutnya, saya kembali ke gawang melawan West Ham dan melakukan lima atau enam penyelamatan penting. Mourinho adalah pelatih yang sangat lugas. Hubungan kami selalu sangat baik,” ujarnya.
Selain membahas Mourinho, Courtois juga berbicara mengenai perjalanan pemulihan cedera yang sempat mengganggu kariernya dalam beberapa tahun terakhir. Kiper berusia 34 tahun itu mengaku masa pemulihan dari cedera ligamen krusiatum memberinya kesempatan untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus memikirkan masa depan.
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois
“Ketika saya mengalami cedera ligamen krusiatum, saya mulai memikirkan masa depan, karena saya merasa bahwa momen-momen istirahat itu memberi saya kekuatan,” tutur Courtois.
Menurutnya, periode tanpa jadwal pertandingan yang padat membuat tubuhnya memiliki waktu lebih banyak untuk pulih. Ia bahkan merasa masa ketika tidak dipanggil tim nasional membantu proses pemulihannya berjalan lebih optimal.
Di tengah kiprahnya bersama Belgia di Piala Dunia 2026, Courtois juga menyinggung masa depannya di Real Madrid. Kontraknya bersama klub ibu kota Spanyol itu masih berlaku hingga musim panas mendatang.
Meski memahami bahwa Real Madrid perlu mempersiapkan regenerasi pemain, Courtois berharap dapat mengakhiri karier profesionalnya bersama Los Blancos.
“Jika saya terus tampil seperti yang telah saya lakukan sejauh ini, perpanjangan kontrak tidak akan menjadi masalah. Tetapi Real Madrid adalah klub papan atas dan, pada suatu saat, mereka juga harus memikirkan pengganti. Bagi saya, yang ideal adalah dapat mengakhiri karier saya di Madrid,” kata Courtois.