Menyelesaikan Konflik di Malam Hari Memperburuk Masalah, Ini Alasannya
Mungkin kita sudah sering mendengar tips hubungan harmonis dengan pasangan, salah satunya adalah jangan tidur dengan membawa masalah. Jadi, kalau ada sesuatu yang masih mengganjal atau bikin kesal, sebaiknya diselesaikan hari itu juga sebelum tidur.
Meski nasihat itu sudah umum didengar, banyak pakar hubungan mengatakan aturan seperti itu justru kontraproduktif. Bahkan bisa merusak hubungan.
"Itu sama sekali salah. Aturan seperti itu hanya memastikan orang bertengkar dalam keadaan lelah," kata Samantha Whiten, seorang psikolog klinis di Maryland.
Sebaliknya, pasangan dapat mempelajari kebiasaan atau hal apa yang membantu mereka beristirahat sekaligus memperkuat hubungan dalam jangka panjang.
Wajar ingin membicarakan masalah sebelum dibiarkan berlarut-larut, tetapi tidak realistis mengharapkan konflik dapat diselesaikan dengan cepat dan tanpa perdebatan sebelum terlelap.
"Kedengarannya menyenangkan ada dua orang yang selalu bisa duduk di tempat tidur membicarakan apa masalah mereka di malam hari. Tapi itu seperti dongeng," kata Whiten seperti dikutip dari ABCNews.
Tidur bersama pasangan dinilai bisa memberikan manfaat pada kesehatan.
Ia menjelaskan, pasangan sebaiknya tidak bertengkar ketika mereka tidak terkendali secara emosional. Whiten merujuk pada akronim HALT, sebuah pengingat umum dalam terapi bahwa orang sebaiknya menghindari diskusi serius saat sedang lapar, marah, kesepian, atau lelah.
“Dalam kondisi seperti itu, mereka lebih cenderung mengatakan dan melakukan hal-hal secara impulsif yang mungkin akan mereka sesali,” katanya.
Mencari waktu khusus untuk menyelesaikan masalah
Membahas masalah di malam hari mungkin terasa paling mudah karena saat itulah kamu dan pasangan sama-sama ada di rumah.
Tetapi, menurut psikolog klinis Sabrina Romanoff, lebih baik saling mengakui bahwa ada sesuatu yang perlu dibahas, berhenti sejenak, dan menetapkan waktu untuk kembali membicarakannya.
“Itu bisa berarti saat makan siang atau minum kopi bersama keesokan harinya, atau kapan pun Anda tidak terburu-buru keluar rumah. Kuncinya adalah menindaklanjutinya," ujarnya.
Ini menunjukkan sebuah keterampilan, yaitu mempercayai bahwa pasangan benar-benar akan kembali pada hal yang sangat penting bagi hubungan bersama. Menurut dia, sebagian besar pasangan harus melatih hal itu.
Ini juga tentang memahami pasangan kita dan bersikap empati terhadap apa yang masing-masing butuhkan. Ketika satu pasangan membutuhkan ruang, yang lain harus menahan diri untuk tidak menafsirkan ruang itu sebagai penolakan.
Whiten mengatakan dalam praktiknya setiap hubungan memiliki setidaknya satu orang yang merasa mereka tidak akan bisa tidur sampai mereka menyelesaikan pertengkaran. Itu sering merupakan tanda kecemasan dan ketidaknyamanan dengan ketidakpastian.
"Orang perlu belajar secara individu bagaimana mereka dapat mengatur diri sendiri dan mengatakan kepada diri mereka bahwa semuanya baik-baik saja. Kemampuan untuk bisa menenangkan diri sendiri sangat penting," kata Whiten.
Jangan menghindar dari masalah
Kebalikannya, menghindar tidak lebih baik. Banyak orang mungkin membutuhkan ruang untuk memproses sebuah argumen, tetapi mereka wajib untuk kembali kepada pasangan mereka untuk membahas topik tersebut.
Tujuannya adalah agar masing-masing merasa cukup aman untuk mengakui ketidaksepakatan, mengingat bahwa hubungan mereka lebih penting daripada satu argumen, dan sepakat untuk membicarakannya nanti.
Romanoff menyarankan agar pasangan menetapkan check-in secara rutin. Mereka tidak harus membicarakan masalah terburuk dalam hidup mereka pada saat tertentu, tetapi mereka harus membiasakan diri melakukan isyarat kecil dalam komunikasi.
Bahkan secara rutin menanyakan bagaimana hari pasangan berjalan dapat menciptakan semacam kerangka keselamatan emosional. Hal ini menciptakan ruang untuk mengatasi masalah.
Ketika ada masalah, gunakan pernyataan “saya”, jelaskan dengan jelas apa yang kita butuhkan, dan cobalah membuat rencana tentang bagaimana orang lain dapat memenuhinya.
"Permintaan yang diajukan pada waktu yang tepat seringkali diterima dengan lebih baik. Waktu adalah segalanya dalam hal komunikasi,” katanya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.