Perkuat Kualitas Program MBG, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan Serentak di 8 Wilayah

BGN gelar Bimtek Penjamah Makanan dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
BGN gelar Bimtek Penjamah Makanan dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

Badan Gizi Nasional (BGN) terus berkomitmen memastikan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya tepat sasaran secara kuantitas, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan tertinggi. 

Sebagai langkah nyata, BGN menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan dan Percepatan Penyediaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) secara serentak di delapan wilayah strategis pada 7–8 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah koordinasi delapan Kantor Koordinasi Program Pemenuhan Gizi (KPPG), yakni KPPG Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Sleman, Surabaya, dan Jember. 

Dengan melibatkan sekitar 500 peserta setiap harinya, Bimtek ini menyasar para garda terdepan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari Kepala SPPG, Mitra/Yayasan pengelola, Pengawas Gizi, Asisten Lapangan (Aslap), hingga para Juru Masak.

Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan Badan Gizi Nasional, Brigjen (Purn) Suardi Samiran dalam pengarahan secara hybrid, memberikan arahan tegas mengenai esensi kualitas pangan. Menurutnya, menghadirkan makanan bergizi bukan sekadar urusan memilih bahan baku yang baik.

"Kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga sangat bergantung pada bagaimana cara pengolahan, penyimpanan, hingga penyajiannya. Standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh dalam setiap tahapan operasional di dapur SPPG," kata Brigjen (Purn) Suardi, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa Bimtek ini dirancang untuk memastikan seluruh petugas di lapangan memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan yang mumpuni. 

Percepatan kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi prioritas utama sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah dalam menyediakan makanan yang aman dan higienis bagi masyarakat.

Apresiasi datang dari berbagai Kepala KPPG di daerah. Mereka menilai inisiatif dari Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan serta Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II ini sebagai langkah krusial. 

Mereka menilai kegiatan tersebut sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya terpenuhi dari sisi kuantitas, tetapi juga terjamin dari sisi kualitas, keamanan, dan higienitas pangan.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II, Dr. Nurjaeni, menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek ini bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari mekanisme pendampingan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II Dr. Nurjaeni, S.Si., MSR menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membangun mekanisme pendampingan dan pemantauan yang berkelanjutan terhadap operasional SPPG di berbagai daerah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Melalui koordinasi lintas pihak, diharapkan proses pengurusan SLHS tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, tetapi dapat berlanjut hingga terbitnya sertifikat serta penerapan standar higiene sanitasi secara konsisten di lapangan," tutur dia. 

"Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola operasional dapur SPPG, meningkatkan kualitas pengolahan makanan, serta memastikan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis benar-benar menghadirkan manfaat optimal bagi masyarakat melalui penyediaan pangan yang aman, sehat, dan berkualitas," pungkasnya.