Program Bahlil 'Merdeka dari Kegelapan' Bantu Warga Minahasa Perbaiki Kualitas Hidup

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, telah meresmikan program 'Merdeka dari Kegelapan' di sejumlah wilayah Indonesia beberapa waktu lalu, dimana salah satunya yakni di Desa Winebetan, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Bahlil menyampaikan, saat ini masih terdapat 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum teraliri listrik. Karenanya, Dia menegaskan bahwa program pemerataan elektrifikasi menjadi prioritas utama pemerintah, dalam mendukung agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto khususnya dalam bidang energi dan transisi energi.

"Selain mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan, pemerataan akses energi sangat penting untuk memutar roda perekonomian dan bagian dari menjaga kedaulatan negara," kata Bahlil dalam keterangannya, dikutip Selasa, 2 Desember 2025.

Warga Minahasa Penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Kementerian ESDM

Dia menambahkan, hadirnya listrik akan mendorong teknologi ke sekolah-sekolah, sehingga kelak akan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa dari berbagai daerah di Indonesia.

"Tidak boleh lagi kita biarkan anak-anak kita masa depan bangsa tidak merasakan fasilitas yang layak untuk mereka bisa sekolah baik, bisa kesehatan baik, kemudian bisa ekonominya baik," ujarnya.

Sejumlah masyarakat yang merasakan manfaat dari program 'Merdeka dari Kegelapan' itupun turut mengakui adanya perubahan dalam aspek kehidupan mereka, utamanya pada hal-hal yang berkaitan dengan ketersediaan jaringan listrik di wilayahnya.

Salah satunya sebagaimana yang dirasakan oleh Jolly Walangitan (59 tahun) dari Desa Tounelet, Kabupaten Minahasa, yang turut merasakan perubahan signifikan dengan keberadaan program tersebut.

“Sebelum kami memiliki lampu listrik, kami hanya memakai lilin, kemudian menyalur ke rumah saudara,” kata Jolly.

Dia mengaku, sebelum listrik masuk ke desanya, kehidupan sehari-hari warga penuh keterbatasan. Saat malam tiba, mereka hanya mengandalkan cahaya redup dari pelita. Aktivitas seperti belajar, memasak, atau bahkan sekadar berkumpul bersama keluarga menjadi sulit dilakukan.

“Kalau anak-anak belajar malam, cahayanya redup sekali. Masak pun susah, belum punya rice cooker, hanya pakai kompor. Tapi sekarang kami bersyukur karena sudah memiliki listrik sendiri,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, keluarga Jolly bergantung pada aliran listrik dari rumah saudaranya. Setiap kali token listrik habis, rumah mereka pun kembali gelap. Kini, setelah menerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah, sehingga keluarga Jolly tidak lagi bergantung pada orang lain.

“Kami berterima kasih karena adanya bantuan ini. Tidak seperti dulu lagi. Kami dari keluarga menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan juga kepada Bapak Menteri ESDM, yang telah membantu kami mendapatkan sambungan listrik gratis. Tuhan memberkati,” ujarnya penuh haru.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Kisah Jolly menjadi salah satu potret nyata dari program 'Merdeka dari Kegelapan', yang diresmikan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Desa Winebetan, Kecamatan Langowan Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara pada Rabu, 29 Oktober 2025 lalu.

Apa yang dialami Jolly merupakan cerminan dari dampak nyata program pemerintah, dalam meningkatkan akses energi bagi masyarakat. Kisah tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana kebijakan elektrifikasi dijalankan hingga ke tingkat rumah tangga. Sejalan dengan itu, program “Merdeka dari Kegelapan” yang diluncurkan pemerintah menjadi langkah strategis dalam memperluas pemerataan akses listrik di berbagai daerah.

Program BPBL merupakan bantuan resmi pemerintah yang bersifat gratis tanpa pungutan apa pun. Masyarakat harap waspada terhadap oknum yang meminta biaya atau memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi. Apabila menemukan indikasi tersebut, masyarakat dapat langsung lapor melalui Contact Center ESDM 136 untuk diproses lebih lanjut.