Jelang Pemilihan Presiden Barcelona, Xavi Kuliti Kepemimpinan Joan Laporta

presiden Barcelona, Barcelona, Joan Laporta, Xavi Hernandez, Messi, Martin Zubimendi, Arsenal, Jelang Pemilihan Presiden Barcelona, Xavi Kuliti Kepemimpinan Joan Laporta

Mantan pelatih FC Barcelona, Xavi Hernandez, mengungkap sejumlah cerita dari masa kepemimpinannya di klub, bertepatan dengan masa Joan Laporta masih menjabat.

Hal tersebut Xavi sampaikan dalam wawancara dengan La Vanguardia menjelang pemilihan presiden Barcelona.

Pemilihan presiden Barcelona akan dilakukan pada 15 Maret 2026. Joan Laporta, selaku petahana, digadang-gadang jadi favorit kembali menduduki posisi tersebut untuk keempat kalinya.

Namun, di sisi lain, Xavi Hernandez memiliki penilaian yang berbeda terhadap kepemimpinan Joan Laporta.

Seperti diketahui, Xavi menukangi Barcelona selama 2021 hingga 2024, bertepatan dengan periode kedua Joan Laporta menjabat presiden Barcelona (2021-2026).

Tolak Comeback Messi dan Rekrut Zubimendi

Xabi Hernandez menyebut bahwa ia sempat meminta manajemen klub memulangkan Lionel Messi pada bursa transfer musim panas 2023.

Namun, permintaan tersebut tidak mendapat persetujuan dari presiden klub, Joan Laporta.

Xavi juga menjelaskan bahwa ia sempat mengajukan rencana lain untuk penguatan skuad.

Saat Sergio Busquets memutuskan pergi dari Barcelona, ia meminta klub merekrut Martin Zubimendi di bursa transfer musim panas 2023.

"Busquets akan pergi, jadi saya meminta mereka untuk merekrut Zubimendi. Mereka bilang tidak karena masalah ekonomi," terang Xavi, dilansir dari Football Espana, Senin (9/3/2026).

Pada akhirnya, Zubimendi, yang kala itu masih berseragam Real Sociedad, berlabuh ke Arsenal setahun kemudian.

Kebijakan manajemen klub selama Joan Laporta memimpin juga berdampak pada tersingkirnya beberapa orang penting.

Xavi mengungkapkan Jordi Cruyff memilih hengkang dari manajemen Barcelona karena perlakuan yang dia terima.

"Satu setengah bulan kemudian, mereka menyingkirkan Mateu (Alemany)," ungkap Xavi.

Hubungan dengan Hansi Flick

Dalam wawancara tersebut, Xavi juga berbicara mengenai hubungannya dengan pelatih Barcelona saat ini, Hansi Flick.

Ia mengatakan hubungan keduanya berjalan baik dan tetap terjalin hingga sekarang.

"Hubungan saya dengan Hansi Flick sangat baik. Kami sering mengirim pesan satu sama lain. Saya selalu memberi selamat kepadanya tentang tim, kami berbicara tentang sepak bola," ujarnya.

presiden Barcelona, Barcelona, Joan Laporta, Xavi Hernandez, Messi, Martin Zubimendi, Arsenal, Jelang Pemilihan Presiden Barcelona, Xavi Kuliti Kepemimpinan Joan Laporta

Pelatih Barcelona asal Jerman Hansi Flick bereaksi di laga Liga Spanyol antara Sevilla FC dan FC Barcelona di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan di Seville pada 5 Oktober 2025.

Xavi juga menceritakan pertemuan pribadi dengan Flick ketika klub sedang mempertimbangkan perubahan pelatih. 

Menurutnya, Flick sempat datang ke rumahnya untuk membahas situasi tersebut.

"Dia datang untuk meminta maaf ketika saya bertanya apakah klub benar-benar bernegosiasi dengan dia sementara saya masih menjadi pelatih. Kami berbicara lebih dari dua jam, itu luar biasa."

Xavi mengatakan saat itu dirinya belum mendapatkan penjelasan jelas dari klub mengenai keputusan masa depannya.

Di sisi lain, klub sejatinya sudah memutuskan untuk tak mempertahankan Xavi Hernandez di posisi pelatih Barcelona.

Kritik terhadap Kepemimpinan Laporta

Selain soal transfer pemain, Xavi juga menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Laporta.

Ia menyebut adanya kampanye negatif terhadap dirinya di lingkungan klub.

“Mereka membuat kampanye melawan saya di media, dan yang lebih menyedihkan, Alejandro berbicara dengan pemain-pemain seperti Sergi Roberto, Araujo, Pedri, atau Raphinha, dan memberi tahu mereka bahwa saya ingin menjual mereka," kata Xavi Hernandez.

“Itu menyakitkan saya bahkan karena itu tidak benar. Kami membuat rencana karena kami sangat terikat oleh FFP, dan kami hanya berbicara tentang melakukan satu penjualan."

Xavi juga menilai beberapa keputusan manajemen berdampak pada kondisi tim.

Ia menyebut perubahan arah kebijakan terjadi setelah klub mengambil alih keputusan yang sebelumnya ditangani staf teknis.

“Pada saat itu seharusnya saya juga pergi. Ketika kami yang mengambil keputusan, tim berkembang dan meningkat, tetapi ketika mereka mulai mengambil keputusan, level tim menurun, dan itu bukan kebetulan.”

Dalam kesempatan tersebut, Xavi juga menyatakan dukungan kepada Victor Font untuk menjadi presiden Barcelona berikutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang