Bupati Nganjuk Akui Jalan Rusak Ditanami Pisang Paling Parah, Janji Perbaikan Jelang Lebaran

Nganjuk, Jawa Timur, Marhaen Djumadi, jalan rusak, Bupati Nganjuk Akui Jalan Rusak Ditanami Pisang Paling Parah, Janji Perbaikan Jelang Lebaran

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengakui kondisi jalan rusak yang diprotes warga dengan aksi tanam pohon pisang termasuk yang paling parah di wilayah sekitar.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk pun menjanjikan penanganan darurat sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026.

Jalan yang berada di Dusun Bandung, Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, itu telah mengalami kerusakan selama sekitar 10 tahun. Kondisinya dipenuhi lubang dan genangan air, terutama saat musim hujan.

Aksi protes warga dilakukan pada Senin (2/3/2026). Mereka menanam puluhan pohon pisang di tengah kubangan jalan yang tergenang air.

Tak hanya itu, warga juga menebarkan ikan lele ke genangan tersebut sebagai bentuk sindiran terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Tak lama setelah ditebar, ikan-ikan lele tersebut diperebutkan warga dan kemudian dimasak untuk lauk berbuka puasa. Setiap orang rata-rata mendapatkan lima hingga sepuluh ekor.

Bupati: Memang Paling Jelek

Menanggapi aksi tersebut, Marhaen Djumadi mengakui kondisi jalan itu memang paling buruk dibandingkan ruas lain yang telah ia tinjau.

“Saya (sudah) keliling dari Tanjunganom hingga melewati Desa Kampung Baru, jalannya halus-halus semua. Di sini ini memang yang paling jelek,” ujar Kang Marhaen, Senin (2/3/2026), dikutip dari Kompas.com.

Ia lantas menilai aksi simbolik warga sebagai bentuk aspirasi yang wajar.

“Wajar kalau warga menyampaikan aspirasi, bahkan dengan cara simbolik seperti menanam pohon pisang sebagai pengingat bagi pemerintah,” lanjutnya.

Menurut dia, ada dua penyebab utama kerusakan jalan tersebut. Pertama, tingginya lalu lintas kendaraan berat, terutama truk pengangkut batu bata karena kawasan itu merupakan sentra pengrajin. Kedua, sistem drainase yang tidak berfungsi maksimal sehingga air kerap menggenang di badan jalan.

“Aspal itu kalau sering tergenang air, seminggu, dua minggu, tiga minggu pasti habis lagi,” jelasnya.

Perbaikan Darurat Jelang Lebaran

Sebagai langkah awal, Pemkab Nganjuk akan menangani jalan rusak tersebut melalui skema Unit Reaksi Cepat Pemeliharaan Jalan (URCPJ). Penanganan difokuskan agar jalan bisa kembali dilalui dengan aman menjelang Lebaran.

“Kami minta masyarakat bersabar. Ini kita tangani darurat dulu, supaya warga bisa berlebaran dengan nyaman. Selanjutnya akan kita perbaiki lebih permanen dan terencana,” tuturnya.

Ia memastikan perbaikan permanen akan dilakukan secara bertahap, termasuk opsi overlay ulang serta pembenahan sistem drainase agar kerusakan tidak kembali terulang.

Kades Klaim Baru Tahu Status Jalan Desa

Sementara itu, Kepala Desa Betet, Suhartini, mengaku baru mengetahui bahwa jalan yang rusak tersebut merupakan jalan desa, bukan jalan kabupaten.

“Itu hari Kamis kemarin jam 10.00 WIB tahunya saya bahwa jalan ini ternyata jalan desa. Kita tahunya bukan saya saja selaku kepala desa, tapi perangkat desa yang lain itu mengklaim ini jalan kabupaten,” tutur Suhartini.

“Karena ini kan perempatan, poros penghubung antara (Desa) Batet dan Kaloran, jadi kita tahunya itu jalan kabupaten,” imbuhnya.

Ia menyatakan, pemerintah desa akan memanfaatkan anggaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2025 untuk memperbaiki jalan tersebut apabila bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk belum bisa direalisasikan tahun ini.

“Kalau memang ini dari pihak PUPR belum bisa menganggarkan di akhir tahun ini, nanti bisa dieksekusi pemerintah desa dengan anggaran yang sisa akhir tahun kemarin (SiLPA tahun 2025),” pungkas Suhartini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "" dan "Bupati Nganjuk Janjikan Jalan Rusak yang Ditanami Pisang di Betet Segera Ditangani"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang