Jelang Mudik Lebaran 2026, Perbaikan Jalan Kutim-Berau di Kaltim Baru 3 Km
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah.
Namun, upaya tersebut menghadapi kendala keterbatasan anggaran pada 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan penurunan anggaran membuat sejumlah program perbaikan jalan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat penanganan beberapa ruas jalan yang masih rusak belum dapat dilakukan secara maksimal.
"Selebihnya kami menunggu perbaikan kondisi anggaran. Mudah-mudahan pada perubahan anggaran atau tahun depan bisa lebih baik," ujar Fitra, dikutip dari Tribun Kaltim, Kamis (5/3/2026).
Anggaran perbaikan jalan turun hingga 25 persen
Fitra menjelaskan anggaran PUPR-Pera Kaltim pada tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan.
Jika sebelumnya instansi tersebut mengelola anggaran sekitar Rp 3,2 triliun hingga Rp 4 triliun, kini hanya sekitar Rp 800 miliar.
Penurunan anggaran tersebut membuat pemerintah harus memprioritaskan sejumlah program perbaikan jalan yang dianggap paling mendesak.
Jalur Kutim–Berau masih perlu perbaikan
Salah satu ruas yang masih memerlukan penanganan adalah jalur penghubung Kutai Timur menuju Berau.
Di kawasan Kaubun hingga Karangan, masih terdapat sekitar 100 kilometer jalan yang kondisinya belum masuk kategori mantap.
Kondisi tersebut membuat ruas jalan tersebut berpotensi mengalami gangguan seperti jalan amblas atau kerusakan saat hujan deras, sehingga perbaikan perlu dilakukan secara bertahap.
Namun, karena keterbatasan anggaran, penanganan jalan pada jalur tersebut tahun ini hanya dapat dilakukan sepanjang sekitar 3 kilometer.
Kemantapan jalan provinsi capai 85 persen
Meski demikian, Fitra menyebut kondisi jalan provinsi di Kalimantan Timur secara umum sudah cukup baik.
Saat ini tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai sekitar 85 persen dari total panjang 938 kilometer.
"Jika berbicara tentang kemantapan jalan provinsi di Kaltim, secara umum kondisinya sudah cukup baik. Tingkat kemantapan jalan provinsi saat ini mencapai sekitar 85 persen dari total panjang 938 kilometer," terang Fitra.
Ia menambahkan pemerintah provinsi akan terus melakukan perbaikan secara bertahap agar konektivitas antarwilayah tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Saat ini, Pemprov telah mengerahkan alat-alat berat untuk perbaikan jalan menjelang Mudik 2026 di Kalimantan Timur.
Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul Mudik Lebaran 2026: PUPR Kaltim Petakan Jalur Rawan Longsor dan Jalan Amblas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang