Jalan Desanya Rusak 15 Tahun, Pengusaha Magetan Agus Dwi Wibowo Danai Perbaikan

Jalan Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang diperbaiki pengusaha setempat bernama Agus Dwi Wibowo ternyata sudah rusak selama belasan tahun.
Sebelumnya, pemerintah Desa Mategal sempat melakukan perbaikan, namun belum bisa menyentuh seluruh ruas jalan yang rusak.
Sebagai informasi, video kisah Agus yang mendanai perbaikan jalan rusak di desanya sepanjang 230 meter menggunakan uang pribadi viral di media sosial.
"Begini lo saudara, kalau jadi pengusaha sukses ingat desanya. Jalan rusak diperbaiki pakai uang pribadi. Bayangkan, panjangnya 230 meter, kalau dibelikan mobil dapat empat," ucap seseorang dalam rekaman video berdurasi satu menit tersebut.
Jalan Desa Rusak 15 Tahun
Ketua RT 12 Desa Metegal, Katimin menyampaikan bahwa jalan desanya sudah rusak selama sekitar 15 tahun.
"Sebelumnya jalannya rusak. Ini sudah ada 15 tahun," kata Katimin yang juga ikut gotong royong membangun jalan, dikutip dari Tribun Jatim.
Menurut dia, Pemerintah Desa setempat sebelumnya sempat melakukan perbaikan terbatas, namun belum mampu menjangkau seluruh titik yang rusak.
"Alhamdulillah sekarang jalannya sudah bagus. Ini sangat membantu warga, terutama untuk akses pertanian dan anak-anak sekolah," ucapnya.
Sebagai warga yang ikut menikmati hasil perbaikan jalan desa ini, Katimin berharap ada pengusaha-pengusaha di Desa Metegal lainnya yang peduli dengan sekitar seperti Agus.
"Harapannya terus membantu. Artinya punya usaha di desa untuk memajukan Desa Madagal," tuturnya.
Agus Tegaskan Tak Mencari Ketenaran
Agus mengatakan, pembangunan jalan ini bukan bertujuan untuk mencari ketenaran maupun untuk kepentingan tertentu.
"Intinya saya pertegas, ini bukan saya mencari viral atau ada masuk tujuan yang lain," tandas pria seorang pengusaha kasur busa itu pada Senin (2/2/2026).
Alasannya mendanai pembangunan karena prihatin dengan kondisi jalan desa tempat kelahirannya yang sudah rusak bertahun-tahun.
Misalnya saja saat musim hujan, kondisi jalan desanya ini licin dan cukup sulit untuk dilalui.
"Sehingga saat saya melihat kondisi jalan yang menurut saya dan menurut sebagian masyarakat itu tidak layak, hati saya bergerak untuk menyisihkan sebagian dari usaha saya," tambahnya.
Agus pun berharap dengan adanya perbaikan jalan desa ini dapat dinikmati masyarakat dengan aman dan nyaman.
"Dan mungkin untuk petani yang mengangkut hasil pertaniannya supaya lebih mudah. Siswa-siswa yang ingin belajar sehingga dengan jalan yang baik akan mengurangi risiko insiden yang tidak diinginkan. Dan mereka akan lebih nyaman dan senang dalam hal melakukan kegiatan," terangnya.
Tidak Salahkan Pemerintah
Di sisi lain, Agus tidak menyalahkan pemerintah. Karena ia menyadari proses birokrasi di pemerintahan seringkali memakan waktu lama.
Sementara itu, kebutuhan masyarakat akan akses jalan desa yang layak dinilai sudah sangat mendesak.
"Masyarakat di sini cukup tidak sabar melihat kondisi ini. Dan harapan saya, saya sebagai individu, sebagai anak asli kelahiran di sini Mategal, bisa memberikan solusi untuk harapan masyarakat jalan yang baik. Sehingga inilah bentuk sinergi dari pemerintah dan anak Desa Mategal," pungkas Agus.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Sosok Pengusaha Kasur Perbaiki Jalan Rusak Pakai Uang Pribadi, 15 Tahun Tak Dijamah Pemerintah"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang