Jelang Lebaran Pemudik Mulai Tinggalkan Jakarta
Hingga Senin (16/03), 28 persen kendaraan telah meninggalkan Jakarta. Jumlah tersebut dipercaya bakal terus meningkat seiring dengan makin dekatnya hari Lebaran.
Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) memperkirakan bakal ada 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Ibu Kota.
“Dari proyeksi 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan (Jakarta) ke Trans Jawa, Jawa Barat hingga ke Cikupa, Banten, sampai Sumatera, sampai sekarang 28 persen sudah meninggalkan Jakarta,” ungkapnya dilansir Antara (17/03).
Ia pun menambahkan bahwa saat ini mereka tengah menjalankan operasi Ketupat. Setidaknya ada lima klaster yang menjadi fokus pengamanan dalam kegiatan.

“Klaster pertama adalah jalan tol yang di dalamnya ada rest area, bottleneck dan nanti juga dilakukan contraflow serta one way,” katanya.
Klaster kedua adalah jalan arteri ataupun jalan nasional. Termasuk juga jalan-jalan alternatif menuju ke tempat-tempat wisata.
Klaster ketiga adalah pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, Ketapang, Merak-Bakauheni sampai dengan yang berada di luar Jawa. Termasuk juga terminal, bandara, stasiun bakal menjadi perhatian khusus.
Klaster keempat adalah tempat-tempat ibadah, utamanya masjid yang akan digunakan salat Idul Fitri dan tempat-tempat untuk momen takbiran. Sementara klaster terakhir adalah tempat-tempat wisata.
“Biasanya pra-Idul Fitri itu nanti banyak sekali tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi dan ini sudah kita siapkan baik di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat termasuk di luar Jawa,” katanya.
Perlu diketahui bahwa pemerintah memprediksi ada sekitar 144 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Perkiraan ini merupakan hasil survei nasional dengan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Beragam langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, sistem satu arah (one way) dan ganjil genap di sejumlah ruas tol berpotensi padat.