Tren Sewa Tas Branded dan iPhone Meningkat Jelang Lebaran 2026

Sewa iPhone, Tren Sewa Tas Branded dan iPhone Meningkat Jelang Lebaran 2026, Tas branded jadi primadona dengan harga sewa tembus Rp1,5 juta, Sewa iPhone meningkat, mulai Rp100.000 per hari, Gaya hidup cerdas, tak perlu beli untuk tampil mewah, Dari tren ke keberlanjutan, dorong konsep fesyen ramah lingkungan, Keamanan jadi perhatian

Menjelang Hari Raya Idulfitri, tren penyewaan barang mewah kian meningkat. Mulai dari tas branded hingga iPhone, masyarakat kini memilih menyewa demi tampil maksimal tanpa harus membeli.

Fenomena ini tak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga merambah ke berbagai daerah. 

Lonjakan permintaan ini mencerminkan perubahan gaya hidup, di mana akses dianggap lebih penting dibanding kepemilikan. Berikut sejumlah tren penyewaan barang mewah yang meningkat jelang Lebaran 2026.

Penyewaan barang mewah meningkat jelang Lebaran 2026

Tas branded jadi primadona dengan harga sewa tembus Rp1,5 juta

Tas mewah seperti Chanel dan Dior menjadi barang paling banyak diburu untuk disewa menjelang Lebaran. 

Model klasik yang ikonik membuat tas-tas ini tetap relevan untuk berbagai kesempatan, terutama saat silaturahmi.

"Merek yang biasanya disewakan adalah Chanel dan Dior karena keduanya memiliki tipe tas klasik dan banyak peminatnya," kata Tim Sales dan Marketing Lavergne.id Edha Clarissa, disadur dari ANTARA, Jumat (20/3/2026).

Harga sewanya pun bervariasi, mulai dari Rp300.000 hingga Rp1,5 juta per sekali pakai, tergantung jenis dan kondisi tas. Meski terbilang mahal, minat masyarakat tetap tinggi.

Ia mengatakan, permintaan biasanya datang dari kalangan profesional usia 30-an yang ingin tampil elegan tanpa harus membeli barang mahal.

Menariknya, omzet dari bisnis ini bisa mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta menjelang Lebaran. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan tampil maksimal saat hari raya masih menjadi prioritas banyak orang.

Sewa iPhone, Tren Sewa Tas Branded dan iPhone Meningkat Jelang Lebaran 2026, Tas branded jadi primadona dengan harga sewa tembus Rp1,5 juta, Sewa iPhone meningkat, mulai Rp100.000 per hari, Gaya hidup cerdas, tak perlu beli untuk tampil mewah, Dari tren ke keberlanjutan, dorong konsep fesyen ramah lingkungan, Keamanan jadi perhatian

Ilustrasi tas mewah.

Sewa iPhone meningkat, mulai Rp100.000 per hari

Selain tas, iPhone juga menjadi salah satu barang yang banyak disewa menjelang Lebaran.  Kebutuhan dokumentasi momen keluarga hingga konten media sosial membuat perangkat ini semakin diminati.

Menurut , harga sewa iPhone relatif terjangkau. Misalnya di salah satu jasa penyewaan iPhone, Together Camera, yang ada di Magetan, Jawa Timur, untuk seri lama seperti iPhone 11, tarifnya sekitar Rp100.000 per hari. 

Sementara seri lebih tinggi seperti iPhone 13 Pro Max bisa mencapai Rp350.000 per hari.

Menjelang Lebaran, unit yang tersedia biasanya sudah dipesan jauh-jauh hari. Bahkan, banyak penyedia jasa menawarkan promo seperti sewa tiga hari gratis satu hari tambahan untuk menarik pelanggan.

“Banyak yang sewa untuk traveling, bikin konten, sampai dokumentasi acara. Lebih praktis dibanding kamera,” ujar Ali selaku pengelola Together Camera.

Hal ini menunjukkan bahwa iPhone kini bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga alat produksi konten.

Gaya hidup cerdas, tak perlu beli untuk tampil mewah

Fenomena menyewa barang mewah dinilai sebagai bentuk adaptasi gaya hidup modern.  Ketua APPMI Jakarta, Dana Duriyatna mengatakan masyarakat kini lebih mempertimbangkan nilai guna dibanding sekadar kepemilikan.

“Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna,” tutur dia.

Menurutnya, dibanding membeli barang mahal yang hanya dipakai sekali atau dua kali, menyewa menjadi solusi yang lebih rasional.

Selain itu, tren ini juga menunjukkan kedewasaan finansial masyarakat dalam mengelola anggaran tanpa mengorbankan penampilan saat momen penting seperti Lebaran.

Dari tren ke keberlanjutan, dorong konsep fesyen ramah lingkungan

Di balik tren ini, ada dampak positif lain yang mulai terlihat, yaitu dukungan terhadap konsep fesyen berkelanjutan.

Dengan menyewa, satu produk bisa digunakan oleh banyak orang dalam waktu yang lebih lama. Hal ini secara tidak langsung mengurangi produksi barang baru dan limbah fesyen.

Dana menambahkan, sistem sewa selaras dengan prinsip ekonomi sirkular. Artinya, barang tidak hanya digunakan sekali, tetapi dimanfaatkan secara maksimal.

Konsep ini dinilai mampu mengurangi limbah tekstil dan dampak lingkungan dari industri fesyen yang selama ini dikenal cukup besar.

Keamanan jadi perhatian

Meski menguntungkan, bisnis penyewaan barang mewah juga memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, penyedia jasa menerapkan berbagai sistem keamanan.

Mulai dari verifikasi identitas, pengecekan media sosial, hingga sistem deposit untuk memastikan barang tidak hilang atau rusak.

Jika terjadi kerusakan, penyewa biasanya diwajibkan untuk bertanggung jawab, termasuk biaya perbaikan. Bahkan, keterlambatan pengembalian bisa dikenakan denda.

Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan sekaligus memastikan keberlangsungan bisnis.

Tren penyewaan barang mewah menjelang Lebaran menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Kini, tampil stylish tak harus mahal, cukup dengan strategi yang lebih cerdas dan fleksibel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang