Bukan Beli, Dior dan Chanel Justru Banyak Disewa Jelang Lebaran
Momen Lebaran kerap menjadi kesempatan untuk tampil maksimal, tidak hanya dari pakaian, tetapi juga aksesori seperti tas.
Tidak sedikit orang ingin terlihat lebih stylish atau berkesan saat bersilaturahmi sehingga memilih tas dari jenama kelas dunia sebagai pelengkap penampilan.
Di tengah kebutuhan tersebut, tren menyewa tas mewah semakin diminati. Jenama seperti Dior dan Chanel menjadi pilihan utama karena dinilai memiliki desain klasik yang cocok untuk berbagai kesempatan.
Platform penyewaan tas bermerek Lavergne.id mengungkapkan bahwa dua merek tersebut paling sering dicari oleh pelanggan.
“Merek yang biasanya disewakan adalah Chanel dan Dior karena keduanya memiliki tipe tas klasik dan banyak peminatnya,” kata tim Sales dan Marketing Lavergne.id Edha Clarissa dikutip dari Antara, Kamis (19/3/2026).
Menurut Clarissa, mayoritas penyewa berasal dari kalangan profesional dengan usia sekitar 30 tahunan.
Tas yang disewakan memiliki variasi harga tergantung pada jenis dan kondisi barang.
Harga Sewa Tas Dior dan Chanel
Harga sewa tas Dior dan Chanel berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 1,5 juta untuk sekali pemakaian.
Besaran tarif tersebut ditentukan berdasarkan merek serta kondisi tas yang dipilih konsumen.
Dari bisnis sewa tas, omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp 100 juta hingga Rp 150 juta menjelang Lebaran.
Hal itu mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan sewa tas mewah.
Untuk mengantisipasi risiko, pihak penyedia jasa menerapkan proses penyaringan konsumen sejak awal serta memberlakukan sistem deposito.
Langkah ini dilakukan agar tas yang disewakan tetap aman.
Tren Sewa Tas Tunjukkan Nilai Positif
Fenomena ini turut disoroti Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta.
Ketua APPMI Jakarta Dana Duriyatna menilai kebiasaan menyewa tas mewah merupakan bentuk perubahan gaya hidup yang lebih bijak.
“Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen sekarang semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna (value for money),” kata Dana.
Ia menilai, masyarakat kini mulai memperhitungkan manfaat dari barang yang digunakan.
Dibandingkan membeli produk mahal yang mungkin hanya dipakai satu atau dua kali saat momen silaturahmi, banyak yang memilih menyewa agar tetap tampil menarik dengan biaya yang lebih terukur.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin dewasa dalam mengatur anggaran tanpa harus mengorbankan penampilan.
Dana juga menyebutkan bahwa tas mewah yang paling banyak diminati berasal dari merek desainer lokal papan atas maupun merek internasional yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat.
Selain itu, tren ini dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah fesyen serta mendukung konsep fesyen berkelanjutan.
Konsep sewa memungkinkan satu produk digunakan oleh banyak orang secara bergantian, sehingga masa pakainya menjadi lebih panjang.
Dengan cara ini, produksi berlebih dapat ditekan dan jumlah limbah pakaian yang berakhir di tempat pembuangan akhir (landfill) bisa berkurang, termasuk dampak mikroplastik dari proses produksi massal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang