FPTI Nonaktifkan Kepala Pelatih Hendra Basir atas Dugaan Pelecehan Seksual

FPTI, Federasi Panjat Tebing Indonesia, FPTI Nonaktifkan Kepala Pelatih Hendra Basir atas Dugaan Pelecehan Seksual

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) resmi menonaktifkan Hendra Basir sebagai Kepala Pelatih Pelatnas Tim Panjat Tebing Indonesia.

Keputusan tersebut diambil oleh FPTI menyusul adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang dialami delapan atlet pelatnas.

Laporan tersebut telah disampaikan kepada Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, terkait dugaan perlakuan tidak menyenangkan berupa pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dilakukan pelatih Hendra Basir.

Sebagai tindak lanjut dari laporan tersebut, FPTI memutuskan untuk menonaktifkan sementara Hendra Basir dari jabatannya sebagai Kepala Pelatih Pelatnas FPTI.

Bentuk Tim Pencari Fakta

FPTI pun bergerak cepat membentuk Tim Pencari Fakta untuk mengungkap kebenaran dari hal ini.

Adapun keputusan memberhentikan sementara Hendra Basir dituangkan dalam Surat Keputusan Pengurus Pusat FPTI Nomor 0209/SKP/PP.NAS/II/2026 tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas FPTI.

Surat Keputusan tersebut menegaskan bahwa Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) berkewajiban menjamin lingkungan pembinaan atlet yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan.

"Bahwa pada tanggal 28 Januari 2026, sebanyak 8 (delapan) orang atlet panjat tebing, Pelatnas FPTI, yang didampingi oleh psikolog Pelatnas FPTI, telah menyampaikan pengaduan kepada Ketua Umum

Pengurus Pusat FPTI mengenai dugaan adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan Pelatnas FPTI," demikian yang tertuang dalam surat keputusan tersebut yang diterima KOMPAS.com, Selasa (24/2/2026).

Dilakukan Demi Perlindungan Atlet

Penonaktifan sementara dilakukan demi menjamin perlindungan atlet, mencegah potensi reviktimisasi, serta menjaga objektivitas dan independensi proses pemeriksaan sampai dengan selesainya proses pemeriksaan atas dugaan yang dimaksud.

"Menonaktifkan sementara Hendra Basir dengan jabatan Kepala Pelatih Pelatnas FPTI dari jabatannya sebagai Kepala Pelatih Pelatnas FPTI, terhitung sejak tanggal ditetapkannya Surat Keputusan ini, sampai dengan selesainya proses pemeriksaan atas dugaan adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di lingkungan Pelatnas FPTI," lanjut isi surat keputusan tersebut.

Sebelum tersandung kasus ini, Hendra Basir dikenal sebagai pelatih yang menghasilkan sejumlah atlet panjat tebing berprestasi di level internasional.

Mulai dari Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, dan Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Hendra Basir juga yang mengantarkan Veddriq meraih medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024 dari cabang olahraga panjat tebing nomor speed putra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang