Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing, FPTI Bentuk Tim Investigasi dan Nonaktifkan Pelatih

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) periode 2023-2027, Yenny Wahid
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) periode 2023-2027, Yenny Wahid

 Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menonaktifkan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia dan membentuk tim investigasi internal menyusul laporan dugaan pelanggaran etik di lingkungan pelatnas. 

Ketua Umum Yenny Wahid menegaskan langkah tersebut diambil untuk menempatkan keselamatan dan martabat atlet sebagai prioritas utama, dengan proses penelusuran dilakukan secara objektif dan transparan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yenny menyatakan setiap laporan yang masuk akan ditangani secara serius dengan mengedepankan perlindungan terhadap atlet. FPTI, kata dia, menerapkan prinsip tanpa toleransi terhadap segala bentuk pelecehan seksual maupun kekerasan fisik.

Veddriq Leonardo terhenti di perempat final cabor panjat tebing speed WR Putra PON 2024. VIVA/Dani Randi

“Keselamatan dan martabat atlet adalah prioritas utama kami. FPTI berkomitmen melindungi setiap korban dan menegakkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelecehan seksual maupun kekerasan fisik,” ujar Yenny, dikutip dari Antara.

Sebagai langkah awal, FPTI telah membentuk tim investigasi internal dan menonaktifkan pelatih kepala dari jabatannya selama proses penelusuran berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pelatih yang dilaporkan telah dinonaktifkan dari jabatannya, dan proses investigasi independen sedang berlangsung,” katanya.

FPTI memastikan proses investigasi dilakukan dengan menjunjung asas keadilan bagi semua pihak. Jika terbukti terjadi pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan, termasuk kemungkinan sanksi seumur hidup. Apabila ditemukan unsur pidana, kasus akan diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.