Aktivis Misi Bantuan Gaza Dilaporkan Alami Pelecehan Seksual Saat Ditahan Israel
Sejumlah aktivis dari kelompok Global Sumud Flotila ditahan oleh Israel lantaran berusaha menembus blokade laut di Jalur Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan pada 29 April lalu. Naasnya, mereka yang ditahan dilaporkan mengalami kekerasan seksual, kekerasan fisik serta perlakukan yang merendahkan selama berada di dalam tahanan Israel.
Dalam pernyataannya, kelompok itu menyebut kesaksian para aktivis yang telah dibebaskan menunjukkan adanya pola kekerasan fisik dan seksual yang serius, disertai perlakuan yang merendahkan secara sistematis setelah konvoi mereka dicegat di lepas pantai Kreta.
Melansir laman Anadolu Agency, Jumat 8 Mei 2026, kelompok tersebut menyebut setidaknya empat aktivis mereka mengalami pelecehan seksual saat berada di daam tahanan Israel. Dua diantaranya dilaporkan mengalami tindakan kekerasan serius seperti perabaan di bagian pribadi tubuh mereka.
Peserta lainnya juga melaporkan adanya tindakan berulang berupa kekerasan pada area sensitif tubuh, disertai pelecehan verbal bernuansa seksual dan perlakuan yang mempermalukan.
Menurut pernyataan itu, para aktivis yang ditahan juga sengaja dibuat menderita melalui berbagai cara, seperti ditempatkan dalam kondisi dingin, pakaian hangat mereka disita, serta akses terhadap makanan, air, dan tempat tidur yang sangat terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa tahanan mengalami hipotermia hingga hipertermia.
Kelompok itu menilai perlakuan tersebut mencerminkan pola yang lebih luas untuk merendahkan martabat siapa pun yang menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Pernyataan itu juga mengungkap kekhawatiran terhadap nasib dua aktivis, Thiago Avila dan Saif Abu Keshek, yang hingga kini masih ditahan di Israel dan dilaporkan sedang melakukan mogok makan.
Sebagai informasi, Misi Spring 2026 milik Global Sumud Flotilla bertujuan menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza dan mengirim bantuan kemanusiaan. Namun misi itu dicegat pasukan Israel pada malam 29 April di lepas pantai Kreta.
Pasukan Israel disebut melakukan intervensi di perairan internasional dengan menyerang kapal-kapal yang membawa para aktivis sekitar 600 mil laut dari Gaza dan hanya beberapa mil dari wilayah perairan Yunani.
Sebanyak 177 aktivis ditahan dan dilaporkan mengalami perlakuan tidak manusiawi selama penahanan.
Laporan juga menyebut Avila dan Abu Keshek, yang belum dibebaskan sejak dipaksa dibawa ke Israel, mengalami kekerasan fisik berat dan ancaman pembunuhan saat menjalani interogasi.
Israel telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza sejak 2007, yang membuat sekitar 2,4 juta penduduk wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.
Militer Israel juga melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza sejak Oktober 2023 yang telah menewaskan lebih dari 72 ribu orang, melukai lebih dari 172 ribu lainnya, serta menyebabkan kehancuran besar di wilayah yang terkepung tersebut.