Persebaya Belum Punya Pelatih Kepala, Uston Percaya Pemain Profesional

Persebaya Surabaya kembali memasuki fase penuh dinamika pada Super League 2025-2026.
Performa yang belum stabil, ditambah tidak adanya pelatih kepala sejak berpisah dengan Eduardo Perez, membuat tim dalam masa transisi.
Untuk sementara waktu, tanggung jawab utama berada di tangan legenda klub, Uston Nawawi, yang ditunjuk sebagai caretaker.
Bagi Uston, situasi Persebaya yang tanpa pelatih kepala bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.
Ia percaya tim berisi para pemain profesional yang seharusnya mampu menjaga kualitas permainan.
Persebaya saat ini berada di posisi ke-9 klasemen sementara dengan perolehan 18 poin dari 13 laga.
Bajul Ijo mencatatkan empat kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Hal ini menunjukkan perjalanan tim yang belum konsisten, di mana dari empat laga terakhir, mereka hanya mengumpulkan empat poin.
Raihan empat angka itu muncul setelah imbang 1-1 beruntun melawan Persik Kediri, Arema FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dan PSM Makassar.
“Menurut Anda mempengaruhi tidak? Menurut saya tidak ada masalah pemain profesional yang sering saya dengungkan ya Persebaya,” kata Uston Nawawi.
Soal kapan pelatih baru bakal datang, Uston memilih tidak berspekulasi.
“Waduh saya tidak tahu itu. Tidak tahu saya langsung ke manajemen saja kalau soal itu,” imbuhnya.
Berikut sejumlah catatan penting yang menggambarkan perjalanan Persebaya di Super League 2025-2026:
1. Dua Kali Pecahkan Rekor Penonton Liga
Dukungan Bonek dan Bonita kembali menjadi warna dominan musim ini.
Rekor pertama hadir saat laga melawan Persija Jakarta (18 Oktober 2025) yang dihadiri 33.432 penonton.
Sedangkan rekor kedua muncul ketika menjamu Arema FC, laga yang menyedot 29.476 penonton.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya tetap menjadi salah satu yang paling bergema di Tanah Air.
Pemain Persebaya Surabaya Gali Freitas dijaga pemain Semen Padang pada laga pekan ke-6 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/9/2025) malam.
2. Duet Andalan Bruno Moreira & Francisco Rivera
Saat ini Bruno Moreira memimpin daftar pencetak gol Persebaya dengan torehan 5 gol.
Sementara Francisco Rivera menyusul dengan 3 gol. Keduanya menjadi motor serangan meski hasil tim belum maksimal dalam empat laga berturut-turut.
3. Koleksi Lima Kartu Merah
Selain itu efektivitas permainan Persebaya sedikit terganggu dengan jumlah kartu merah yang terbilang tinggi.
Francisco Rivera pernah mendapat dua kartu merah, sementara Dejan Tumbas, Leo Lelis, dan Mikael Tata masing-masing satu.
4. Potensi Ofensif Persebaya
Persebaya mengukir rekor 4 kali menang, 6 imbang, dan 3 kalah musim ini. Bajul Ijo sejauh ini bisa mencetak 15 gol dan kebobolan 13 kali.
Laga penuh emosi pada 23 Agustus 2025 menggambarkan potensi ofensif Persebaya, ketika mereka mengalahkan Bali United 5–2 di kandang sendiri.
Lima pemain berbeda mencetak gol kemenangan Bajul Ijo atas Bali United.
Sementara itu kekalahan paling menyakitkan yang diderita Persebaya muncul saat menghadapi Persija di GBT pada 18 Oktober 2025 lalu.
Dengan dukungan ribuan Bonek, Persebaya harus takluk 1–3 dari Persija Jakarta.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang