Gerhana Matahari Cincin Api Jelang Ramadhan 2026, Simak Fakta dan Wilayah Pengamatannya

gerhana Matahari cincin, BRIN, Gerhana Matahari Cincin Api Jelang Ramadhan 2026, Simak Fakta dan Wilayah Pengamatannya, Apa yang Terjadi pada Gerhana Matahari 17 Februari 2026?, Apakah Gerhana Matahari Cincin Api Bisa Dilihat dari Indonesia?, Wilayah Mana Saja yang Bisa Menyaksikan Gerhana?, Mengapa Disebut Gerhana Matahari Cincin Api?, Apakah Gerhana Ini Menimbulkan Dampak bagi Bumi?, Gerhana Apa Saja yang Terjadi Sepanjang 2026?

 Fenomena gerhana Matahari cincin api dipastikan akan terjadi pada 17 Februari 2026 dan diperkirakan menghiasi langit Bumi selama beberapa menit.

Peristiwa astronomi ini kerap menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan pemandangan Matahari yang tampak seperti cincin bercahaya. Namun, tidak semua wilayah di dunia dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.

Gerhana Matahari sendiri terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi. Posisi ini membuat Bulan menghalangi sebagian atau seluruh cahaya Matahari yang menuju permukaan Bumi.

Pada gerhana Matahari cincin api, Bulan tidak menutupi Matahari secara sempurna sehingga menyisakan lingkaran cahaya di bagian tepinya.

Apa yang Terjadi pada Gerhana Matahari 17 Februari 2026?

Mengutip laporan IFLScience, pada peristiwa 17 Februari 2026, Bulan diperkirakan akan menutupi hingga 92 persen permukaan Matahari yang terlihat dari Bumi.

Fase cincin dari gerhana Matahari ini diperkirakan berlangsung selama sekitar dua menit 19 detik.

Meski durasinya relatif singkat, gerhana Matahari cincin api tetap menjadi fenomena langit yang penting dalam kajian astronomi.

Peristiwa ini terjadi karena Bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi, sehingga ukuran tampaknya lebih kecil dibandingkan Matahari.

Apakah Gerhana Matahari Cincin Api Bisa Dilihat dari Indonesia?

Pakar Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi bahwa gerhana Matahari cincin api memang akan terjadi pada 17 Februari 2026, bertepatan dengan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

“Gerhana Matahari cincin menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, 17 Februari 2026,” kata Thomas kepada Kompas.com, Jumat (23/1/2026).

Namun demikian, Thomas menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.

Gerhana Matahari cincin api hanya akan teramati di kawasan Antarktika. Selain itu, gerhana Matahari sebagian juga akan terjadi di sejumlah wilayah lain.

“GMC dan GMS tidak dapat dilihat dari Indonesia karena konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari membentuk jalur gerhana di Pasifik Selatan dan Antarktika,” ujar Thomas.

Wilayah Mana Saja yang Bisa Menyaksikan Gerhana?

Berdasarkan penjelasan tersebut, jalur gerhana Matahari cincin api berada di wilayah Antarktika.

Sementara itu, fase gerhana Matahari sebagian dapat diamati di beberapa negara lain, antara lain:

  • Chile
  • Argentina
  • Afrika Selatan.

Dengan posisi jalur gerhana yang berada jauh di belahan Bumi selatan, masyarakat Indonesia dipastikan tidak dapat mengamati fenomena ini, baik secara langsung maupun sebagian.

Mengapa Disebut Gerhana Matahari Cincin Api?

Gerhana Matahari cincin api mendapatkan sebutan tersebut karena tampilan Matahari yang menyerupai cincin bercahaya berwarna oranye hingga kemerahan. Thomas menjelaskan, kondisi ini terjadi saat Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi.

“Hal itu terjadi ketika Bulan (berada di titik) paling jauh dari Bumi,” jelas Thomas.

Akibat jarak tersebut, diameter tampak Bulan lebih kecil sehingga tidak mampu menutupi seluruh penampang Matahari. Cahaya Matahari yang tersisa di bagian tepi inilah yang membentuk efek cincin api.

Apakah Gerhana Ini Menimbulkan Dampak bagi Bumi?

Thomas memastikan bahwa gerhana Matahari cincin api pada 17 Februari 2026 tidak menimbulkan dampak signifikan bagi kehidupan di Bumi.

Dampak yang mungkin terjadi hanya berupa peningkatan pasang air laut maksimum di wilayah tertentu.

“Di wilayah jalur gerhana (sekitar Antartika) dan di belahan bumi sebaliknya (sekitar Kutub Utara, Arktik),” ungkapnya.

Dengan demikian, Indonesia tidak termasuk wilayah yang terdampak langsung oleh fenomena tersebut.

Gerhana Apa Saja yang Terjadi Sepanjang 2026?

Selain gerhana Matahari cincin api pada Februari, Thomas menyebutkan masih ada sejumlah fenomena gerhana lain yang akan terjadi sepanjang 2026. Beberapa di antaranya adalah:

  • Gerhana Bulan total pada 3 Maret 2026
  • Gerhana Matahari total pada 12 Agustus 2026
  • Gerhana Bulan sebagian pada 28 Agustus 2026.

Dari seluruh fenomena tersebut, hanya gerhana Bulan total pada 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.

“Hanya gerhana Bulan total 3 Maret 2026 yang bisa diamati di Indonesia,” ujar Thomas.

Fenomena-fenomena ini menjadi pengingat bahwa pergerakan benda langit terus menghadirkan peristiwa menarik, meski tidak semuanya dapat disaksikan dari setiap wilayah di Bumi.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang